Viral Video Korea Utara Ledakkan Jalan Menuju Korea Selatan

Selasa, 15 Oktober 2024 - 17:45 WIB
loading...
Viral Video Korea Utara...
Korea Utara meledakkan jalan menuju Korea Selatan. Foto/X
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) telah meledakkan beberapa ruas jalan menuju Korea Selatan (Korsel), yang secara efektif memutuskan hubungan kedua negara, menurut militer di Seoul.

Bahan peledak diledakkan di sisi utara perbatasan pada hari Senin (14/10/2024), menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS), seperti dikutip kantor berita Yonhap.

“Korea Utara telah meledakkan beberapa ruas jalan Gyeongui dan Donghae di utara Garis Demarkasi Militer sekitar tengah hari,” ungkap pernyataan tersebut.



“Kedua jalan tersebut tidak digunakan secara aktif sejak bulan Agustus dan ledakan tersebut tidak menyebabkan kerusakan apa pun di sisi perbatasan Seoul,” papar JCS.

Namun, Korea Selatan telah meningkatkan pengawasan dan kesiapan setelah insiden tersebut.

Pasukan Korea Utara juga dilaporkan berusaha menanam bahan peledak di jalan di sepanjang sisi Korea Selatan dari garis demarkasi, yang mendorong militer Seoul untuk melepaskan tembakan peringatan.

Langkah yang diambil Korea Utara tersebut merupakan tanggapan terhadap Seoul yang diduga menerbangkan pesawat tanpa awak di atas ibu kotanya, Pyongyang.

Korea Utara mengklaim pada Jumat bahwa Korea Selatan telah mengirim pesawat tanpa awak yang menjatuhkan selebaran propaganda di atas Pyongyang tiga kali bulan ini saja.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada Senin mengutuk penerbangan pesawat tanpa awak tersebut sebagai "provokasi serius musuh" dan memerintahkan "tindakan militer segera."

Seoul tidak membenarkan atau membantah penerbangan pesawat tanpa awak tersebut, tetapi memperingatkan Pyongyang akan melihat "akhir rezimnya" jika hal itu merugikan warga Korea Selatan.

Pyongyang juga marah dengan latihan militer gabungan AS-Korea Selatan beberapa pekan lalu, yang oleh Kementerian Luar Negeri Korea Utara digambarkan sebagai "latihan perang yang provokatif untuk agresi."

Tentara Rakyat Korea Utara (KPA) sejak itu telah membentengi sisi perbatasannya dengan artileri garis depan, unit tentara, ranjau darat dan penghalang, dan berjanji pekan lalu untuk "sepenuhnya" memutus jalan dan rel kereta api antar-Korea untuk "memisahkan" dua bagian semenanjung tersebut.

Kedua Korea secara teknis telah berperang setelah konflik mereka tahun 1950-53 berakhir dengan gencatan senjata, tidak menghasilkan perjanjian damai.

Negara-negara tetangga mengalami sedikit perbaikan di era mantan Presiden Korea Selatan yang liberal, Moon Jae-in, yang berakhir ketika Yoon Suk-yeol yang konservatif terpilih sebagai presiden pada tahun 2022.

Tahun lalu, Pyongyang mendefinisikan ulang Korea Selatan sebagai negara yang “bermusuhan”.

Baca juga: Israel Mengeluh Para Turis Ketakutan oleh Rudal Hizbullah
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Harga Minyak Dunia Anjlok...
Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Rekomendasi
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved