UU Soal Hong Kong Bisa Jadi Bumerang Mematikan bagi AS

Senin, 16 Desember 2019 - 02:44 WIB
UU Soal Hong Kong Bisa...
UU Soal Hong Kong Bisa Jadi Bumerang Mematikan bagi AS
A A A
HONG KONG - Undang-undang Amerika Serikat (AS) mengenai Hong Kong yang disepakati beberapa waktu lalu dinilai sebagai sesuatu yang tidak perlu dilakukan. Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam menyebut, RUU ini justru akan merugikan AS.

Undang-undang baru, yang disetujui dengan suara bulat oleh Senat AS dan oleh semua, kecuali satu anggota Kongres pada pekan lalu itu mengharuskan Departemen Luar Negeri untuk menyatakan, setidaknya setiap tahun, bahwa Hong Kong mempertahankan otonomi yang cukup untuk membenarkan persyaratan perdagangan AS.

Washington juga mengancam menjatuhkan sanksi atas pelanggaran HAM. Kongres juga meloloskan undang-undang kedua yang melarang ekspor amunisi pengendali massa, seperti gas air mata, semprotan merica, peluru karet, dan pistol setrum kepada polisi Hong Kong.

Lam mengatakan, undang-undang ini dapat membuka jalan bagi diterapkannya sanksi ekonomi terhadap pemerintah AS. Dia juga memperingatkan risiko akan menjadi bumerang bagi lebih dari 1.300 perusahaan Amerika yang berbasis di Hong Kong.

"Kami percaya itu sama sekali tidak perlu dan tidak berdasar. HAM dan kebebasan Hong Kong dilindungi oleh Undang-Undang Dasar. Saya ingin bertanya: aspek mana dari kebebasan warga Hong Kong yang sedang terkikis?" tanyanya, seperti dilansir South China Morning Post.

“Kami sangat bebas dalam banyak aspek. Kami memiliki kebebasan bagi media untuk melaporkan berita, bagi orang-orang untuk mengambil bagian dalam kebaktian, demonstrasi, dan pawai, dan kebebasan beragama. Jadi sangat disesalkan bahwa legislatif dan pemerintah asing telah menggunakan undang-undang mereka untuk ikut campur dalam urusan Hong Kong," sambungnya.

Dia mengatakan, dampak jangka panjang undang-udang Amerika akan tergantung pada penilaian Washington terhadap situasi Hong Kong. Tetapi dalam jangka pendek, kepercayaan bisnis di Hong Kong akan berkurang.

"Sekarang dampaknya pada kepercayaan diri, karena telah menciptakan lingkungan yang tidak stabil. Bisnis akan khawatir tentang tindakan apa yang akan diambil Washington sebagai hasil dari penilaian dan saya perhatikan bahwa semua kamar bisnis utama sangat menentang undang-undang tersebut," ujarnya.

Lam juga memperingatkan bahwa undang-undang itu dapat memberikan pukulan bagi perusahaan-perusahaan AS di Hong Kong. “Kita semua tahu bahwa perusahaan AS memainkan peran penting di Hong Kong. Ada lebih dari 1.300 perusahaan AS di Hong Kong - yang sebagian besar adalah kantor pusat regional,” pungkasnya.
(esn)
Berita Terkait
Hong Kong Peringatkan...
Hong Kong Peringatkan AS: Cabut Status Khusus itu Pedang Bermata Dua
Diancam AS Soal UU Keamanan...
Diancam AS Soal UU Keamanan di Hong Kong, Ini Respon China
Media China Sebut Pompeo...
Media China Sebut Pompeo Orang Munafik yang Sombong
Biden Tawarkan Perlindungan...
Biden Tawarkan Perlindungan Bagi Warga Hong Kong, China Naik Pitam
Senat AS Menyetujui...
Senat AS Menyetujui RUU Sanksi China Terkait Hong Kong
Sanksi AS untuk Pejabat...
Sanksi AS untuk Pejabat Hong Kong Hukuman Atas Penindasan China
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
1 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
2 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
3 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
7 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
8 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
9 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved