Hong Kong Peringatkan AS: Cabut Status Khusus itu Pedang Bermata Dua
Jum'at, 29 Mei 2020 - 16:14 WIB
loading...
Demonstran duduk saat ditahan selama unjuk rasa di Hong Kong, China, 27 Mei. Foto/REUTERS/Tyrone Siu
A
A
A
HONG KONG - Hong Kong meminta Amerika Serikat (AS) tidak ikut campur dalam debat legislasi keamanan nasional yang dilakukan China.
Hong Kong memperingatkan bahwa mencabut status khusus Hong Kong dengan Undang-undang (UU) AS dapat merusak ekonomi AS sendiri.
Presiden AS Donald Trump berencana mengumumkan responnya terhadap parlemen China terkait legislasi keamanan untuk Hong Kong. Banyak pengacara, diplomat dan investor khawatir UU keamanan China itu dapat merusak kebebasan yang kini dinikmati Hong Kong.
“Setiap sanksi adalah pedang bermata dua yang tidak akan hanya merusak kepentingan Hong Kong tapi juga pada AS,” papar pemerintah Hong Kong.
Sejak 2009 hingga 2018, surplus perdagangan AS sebesar USD297 miliar dengan Hong Kong adalah yang terbesar dibandingkan semua mitra dagang AS. Sebanyak 1.300 perusahaan AS berada di kota Hong Kong.
Hong Kong memperingatkan bahwa mencabut status khusus Hong Kong dengan Undang-undang (UU) AS dapat merusak ekonomi AS sendiri.
Presiden AS Donald Trump berencana mengumumkan responnya terhadap parlemen China terkait legislasi keamanan untuk Hong Kong. Banyak pengacara, diplomat dan investor khawatir UU keamanan China itu dapat merusak kebebasan yang kini dinikmati Hong Kong.
“Setiap sanksi adalah pedang bermata dua yang tidak akan hanya merusak kepentingan Hong Kong tapi juga pada AS,” papar pemerintah Hong Kong.
Sejak 2009 hingga 2018, surplus perdagangan AS sebesar USD297 miliar dengan Hong Kong adalah yang terbesar dibandingkan semua mitra dagang AS. Sebanyak 1.300 perusahaan AS berada di kota Hong Kong.
Lihat Juga :