Analis Sebut Israel Omong Besar tapi Tak Mampu Serang Dahsyat Iran, Ini Penjelasannya

Jum'at, 11 Oktober 2024 - 09:33 WIB
loading...
A A A
Jika Iran menutup Selat Hormuz, titik pasokan utama untuk pasokan minyak dunia yang digunakan oleh sebagian besar negara OPEC dengan kelebihan pasokan, harga dapat naik lebih dari USD100 per barel menurut lembaga think tank The Soufan Center.

"Itu akan memicu krisis energi yang parah. Jika [Israel memilih] untuk melakukan itu, saya kira kita dapat dengan cukup yakin mengatakan bahwa kampanye [Harris-Walz] harus mengucapkan selamat tinggal pada peluang pemilihan mereka," kata Safarnejad.

“Jadi saya tidak begitu yakin bahwa pemerintahan Biden-Harris akan benar-benar membiarkan mereka bertindak sejauh ini.”

Sebaliknya, Safarnejad memperkirakan bahwa serangan Israel akan datang dalam satu, atau kombinasi dari dua bentuk: serangan mencolok pada jaringan pipa Iran yang tidak kritis dan serangan teroris menggunakan proksi mereka di Iran.

“Saya berekspektasi mereka melakukan sesuatu seperti meledakkan pipa. Bukan tindakan strategis besar lainnya, tetapi saya berharap mereka melakukannya karena...Jelas, saat Anda meledakkan pipa, gas mengalir dan api akan membubung beberapa meter di atas tanah, jadi itu merupakan respons teatrikal yang sangat bagus bagi Israel untuk mengatakan 'Lihat, kami melakukan sesuatu'. Saya berekspektasi mereka melakukannya, tetapi tidak benar-benar melakukan serangan besar dari luar perbatasan Iran yang akan dilancarkan ke perbatasan Iran," paparnya.

"Modus operandi [Israel] adalah mereka biasanya menggunakan kolaborator, agen, penyabot yang mereka miliki di dalam Iran dan proksi yang mereka miliki," lanjut dia, mencatat bahwa organisasi teroris bernama MEK membunuh ilmuwan nuklir Iran pada tahun 2000-an serta kelompok yang menyebut dirinya Jaish al-Adl.

"Jadi, mungkin, mereka akan mengaktifkan sel-sel teroris itu di bagian-bagian Iran itu juga. Ini ekspektasi saya terhadap mereka," pungkas Safarnejad.

Pada hari Kamis, Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan panggilan telepon.

Menurut laporan media AS yang mengutip seorang pejabat Israel, “kesenjangan” antara kedua pemimpin mengenai rencana serangan “telah menyempit".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
30 Warga Sipil dan 7...
30 Warga Sipil dan 7 Tentara Iran Tewas dalam Serangan AS
AS Terus Gempur Iran,...
AS Terus Gempur Iran, Serangan Meluas Tak Hanya di Pesisir Selat Hormuz
Rekomendasi
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Bedah Rumah Buruh Cuci Gosok di Bogor
Hadiri Sidang Dokter...
Hadiri Sidang Dokter Tifa, Roy Suryo: Kita Tetap Bersama Tak Ada Perpecahan
Putusan Praperadilan...
Putusan Praperadilan Roy Suryo Jilid II Dibacakan 20 Juli
Berita Terkini
Maroko Tandatangani...
Maroko Tandatangani Perjanjian dengan Dewan Perdamaian untuk Gabung Pasukan Internasional Gaza
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved