Jenderal IRGC: Sekitar 20 Jet Tempur Siluman F-35 Israel Hancur Dirudal Iran

Kamis, 10 Oktober 2024 - 06:57 WIB
loading...
Jenderal IRGC: Sekitar...
Brigadir Jenderal Ebrahim Jabbari, pejabat IRGC, mengeklaim sekitar 20 jet tempur siluman F-35 Israel hancur oleh serangan rudal Iran pada 1 Oktober lalu. Foto/Planet Labs
A A A
TEHERAN - Seorang jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan sekitar 20 jet tempur siluman F-35 Israel hancur selama serangan rudal Iran pada 1 Oktober lalu.

Brigadir Jenderal Ebrahim Jabbari, penasihat komandan IRGC, mengungkapkan informasi tersebut dalam sebuah konferensi yang diadakan di Teheran pada hari Rabu.

Jabbari mengatakan 90 persen rudal yang ditembakkan selama Operasi Janji Sejati II berhasil menghantam target yang dituju.

“IRGC secara bersamaan melakukan operasi perang siber dan elektronik untuk mengganggu sistem pertahanan udara Israel, memfasilitasi efektivitas serangan rudal,” kata Jenderal Jabbari, seperti dikutip dari Tehran Times, Kamis (10/10/2024).

Baca Juga: Ini Bukti Markas Jet Tempur Siluman F-35 Israel Digempur Rudal Iran, Zionis Tak Bisa Berkelit

Sang jenderal menekankan pencapaian penting dari operasi tersebut, dengan menyatakan: "Tidak masalah di mana kita menargetkan; yang penting adalah kekuatan musuh yang hampa telah dihancurkan."

Dia menyoroti bahwa hanggar yang menampung jet tempur F-35 termasuk di antara target langsung operasi tersebut, yang menurutnya berhasil memberikan pukulan telak bagi Angkatan Udara Israel.

Dia mencatat bahwa aparat militer dan intelijen dari rezim Israel dan Amerika Serikat terkejut, meskipun mereka memiliki kemampuan pertahanan yang sangat canggih.

Militer Zionis sebelumnya mengakui salah satu pangkalan Angkatan Udara-nya terkena serangan rudal Iran, namun mengeklaim tidak ada kerusakan yang signifikan.

Jenderal Jabbari menyimpulkan dengan menyatakan bahwa sekarang, ketika Israel tidak dapat terlibat dalam konflik langsung, mereka menggunakan penargetan lokasi militer atau ekonomi dalam upaya untuk mengeklaim pembalasan, yang dia gambarkan sebagai indikasi jelas dari kesalahan penilaian mereka.

Serangan ratusan rudal tersebut merupakan respons Iran terhadap pembunuhan tokoh-tokoh penting oleh Israel, termasuk kepala biro politik Hamas Ismail Haniyeh, Sekretaris Jenderal Hizbullah Seyyed Hassan Nasrallah, dan jenderal IRGC Abbas Nilforooshan.

Haniyeh dibunuh pada 31 Juli saat dia berada di Teheran untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa Iran meluncurkan hampir 200 rudal balistik yang ditujukan ke berbagai instalasi militer dan intelijen Israel.

Setelah serangan tersebut, sementara rezim Israel telah mengeluarkan ancaman pembalasan, pejabat Iran telah menjelaskan bahwa respons apa pun dari Teheran akan diperhitungkan, keras, dan proporsional dengan agresi yang dihadapi.

Israel melancarkan perang di Gaza setelah gerakan perlawanan Palestina; Hamas, melancarkan Operasi Badai al-Aqsa yang mengejutkan terhadap entitas pendudukan pada 7 Oktober 2023 sebagai tanggapan atas kampanye pertumpahan darah dan penghancuran yang telah berlangsung selama puluhan tahun oleh rezim Israel terhadap warga Palestina.

Serangan berdarah rezim Zionis di Gaza sejauh ini telah menewaskan lebih dari 41.909 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai 97.303 lainnya. Ribuan lainnya juga hilang dan diduga tewas di bawah reruntuhan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved