Korut Tutup Semua Akses Jalan ke Korsel, Apakah Perang Korea Jilid II Akan Dimulai?
Rabu, 09 Oktober 2024 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Deklarasi tersebut sebagian besar merupakan langkah simbolis oleh Pyongyang. Jalan raya dan rel kereta api yang menghubungkan Korea Utara ke Selatan jarang digunakan, dan telah dibongkar secara bertahap oleh otoritas Korea Utara selama setahun terakhir.
Deklarasi tersebut juga terjadi di tengah dorongan yang lebih luas oleh Pyongyang untuk mengubah hubungannya dengan Korea Selatan, dan menyusul serangkaian insiden yang menghasut yang telah melukai hubungan antara kedua negara.
Insiden tersebut berkisar dari uji coba rudal hingga ratusan balon sampah yang dikirim melewati perbatasan selatan Korea Utara.
Yang perlu dicatat, penguasa Korea Utara Kim Jong-un mengumumkan pada awal tahun 2023 bahwa ia tidak lagi berjuang untuk bersatu kembali dengan Korea Selatan, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa perang dapat kembali terjadi di semenanjung Korea.
"Saya pikir perlu untuk merevisi beberapa isi Konstitusi DPRK," kata Kim dalam sebuah pertemuan Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara (SPA) pada bulan Januari.
"Menurut saya, perlu untuk menghapus ekspresi-ekspresi seperti 'bagian utara' dan 'kemerdekaan, reunifikasi damai, dan persatuan nasional yang besar'," imbuhnya, yang menyarankan agar konstitusi direvisi "pada sesi berikutnya."
Deklarasi tersebut juga terjadi di tengah dorongan yang lebih luas oleh Pyongyang untuk mengubah hubungannya dengan Korea Selatan, dan menyusul serangkaian insiden yang menghasut yang telah melukai hubungan antara kedua negara.
Insiden tersebut berkisar dari uji coba rudal hingga ratusan balon sampah yang dikirim melewati perbatasan selatan Korea Utara.
Yang perlu dicatat, penguasa Korea Utara Kim Jong-un mengumumkan pada awal tahun 2023 bahwa ia tidak lagi berjuang untuk bersatu kembali dengan Korea Selatan, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa perang dapat kembali terjadi di semenanjung Korea.
"Saya pikir perlu untuk merevisi beberapa isi Konstitusi DPRK," kata Kim dalam sebuah pertemuan Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara (SPA) pada bulan Januari.
"Menurut saya, perlu untuk menghapus ekspresi-ekspresi seperti 'bagian utara' dan 'kemerdekaan, reunifikasi damai, dan persatuan nasional yang besar'," imbuhnya, yang menyarankan agar konstitusi direvisi "pada sesi berikutnya."
Lihat Juga :