Korut Tutup Semua Akses Jalan ke Korsel, Apakah Perang Korea Jilid II Akan Dimulai?
Rabu, 09 Oktober 2024 - 14:21 WIB
loading...
Korea Utara tutup jalan akses menuju Korea Selatan. Foto/Rodong Sinmun
A
A
A
SEOUL - Korea Utara (Korut) akan memutuskan akses jalan dan rel kereta api ke Korea Selatan (Korsel) mulai hari Rabu (9/10/2024) dalam upaya untuk "memisahkan sepenuhnya" kedua negara. Banyak pihak juga mengkhawatirkan itu sebagai persiapan Pyongyang untuk melancarkan Perang Korea Jilid II.
Militernya mengatakan Korea Utara akan "secara permanen menutup dan memblokir perbatasan selatan" dan membentengi daerah-daerah di sisinya.
Tentara Rakyat Korea (KPA) menggambarkan tindakan tersebut sebagai "tindakan membela diri untuk menghambat perang", dengan mengklaim bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan terhadap latihan perang di Korea Selatan dan seringnya keberadaan aset nuklir Amerika di wilayah tersebut.
Hal ini menandai meningkatnya permusuhan pada saat ketegangan antara kedua Korea berada pada titik tertinggi dalam beberapa tahun.
“Situasi militer akut yang terjadi di semenanjung Korea mengharuskan angkatan bersenjata DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) untuk mengambil tindakan yang lebih tegas dan lebih kuat guna mempertahankan keamanan nasional dengan lebih kredibel,” kata KPA dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh media pemerintah KCNA.
Baca Juga: Kim Jong-un: Korea Utara Akan Percepat Langkah Jadi Negara Adidaya Nuklir
Militernya mengatakan Korea Utara akan "secara permanen menutup dan memblokir perbatasan selatan" dan membentengi daerah-daerah di sisinya.
Tentara Rakyat Korea (KPA) menggambarkan tindakan tersebut sebagai "tindakan membela diri untuk menghambat perang", dengan mengklaim bahwa tindakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan terhadap latihan perang di Korea Selatan dan seringnya keberadaan aset nuklir Amerika di wilayah tersebut.
Hal ini menandai meningkatnya permusuhan pada saat ketegangan antara kedua Korea berada pada titik tertinggi dalam beberapa tahun.
“Situasi militer akut yang terjadi di semenanjung Korea mengharuskan angkatan bersenjata DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea) untuk mengambil tindakan yang lebih tegas dan lebih kuat guna mempertahankan keamanan nasional dengan lebih kredibel,” kata KPA dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh media pemerintah KCNA.
Baca Juga: Kim Jong-un: Korea Utara Akan Percepat Langkah Jadi Negara Adidaya Nuklir
Lihat Juga :