Abu Ubaidah Ungkap Israel Bisa Saja Bebaskan Tawanan Setahun Lalu

Selasa, 08 Oktober 2024 - 15:53 WIB
loading...
A A A
Pada 2004, Israel membunuh Pendiri Hamas Sheikh Ahmed Yassin di dalam Gaza. Orang yang menggantikannya, Abdel Aziz al-Rantisi, juga dibunuh sebulan kemudian.

“Kegembiraan Israel atas pembunuhan adalah hal yang memabukkan,” papar Abu Ubaidah.

Pertempuran di Tepi Barat yang Dijajah


Bukan hanya Gaza yang dibombardir dari udara. Pekan lalu, pasukan Israel melakukan serangan udara di kamp pengungsi Tulkarm di Tepi Barat, menewaskan dua puluh orang, termasuk satu keluarga utuh.

Itu menyusul sejumlah serangan mematikan Israel di kamp tersebut, serta ke kamp pengungsi Jenin, yang telah lama dianggap sebagai sarang perlawanan bersenjata Palestina terhadap pendudukan Israel.

Dikombinasikan dengan pembongkaran rumah secara berkala dan perluasan permukiman Israel yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, Hamas secara teratur mengutip tindakan ini sebagai pembenaran untuk meluncurkan roketnya ke Israel.

“Apa yang dunia lakukan untuk rakyat kita di Tepi Barat?” ungkap Abu Ubaidah. “Mereka yang menjadi sasaran pemindahan dan pemusnahan yang lambat dan sistematis?”

“Pasukan pendudukan ini, dan khususnya pemerintah terorisnya saat ini, tidak ingin melihat warga Palestina di sebelah barat Sungai Yordan,” tegas dia.

Perdana Menteri Israel memiliki kebiasaan menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB tahunan sambil mengangkat peta yang menghapus seluruh wilayah Palestina yang bersejarah, menggantinya dengan Israel, yang diulangnya selama Sidang Umum tahun ini.

“Musuh ini hanya mengerti bahasa kekuasaan,” tegas Abu Ubaidah. “Dan senjata hanya berhadapan dengan senjata.”

Baca juga: Eks Jenderal AS: Israel Tak Miliki Kemampuan Khusus Jangkau Nuklir Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved