Abu Ubaidah Ungkap Israel Bisa Saja Bebaskan Tawanan Setahun Lalu
Selasa, 08 Oktober 2024 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Perang yang Melelahkan
Ini adalah pertempuran yang dimaksudkan untuk menguras sumber daya Israel, menurut Abu Ubaidah.
“(Kita menghadapi) entitas yang usianya lebih muda dari sepatu-sepatu di masjid-masjid dan gereja-gereja di Gaza, Yerusalem, Betlehem, Hebron, Jaffa, Nablus, Sidon, Tirus, dan Beirut,” papar dia.
Dalam kehidupannya yang relatif singkat sebagai negara, dia menambahkan Israel tidak pernah hidup setahun tanpa terus-menerus diingatkan mereka telah “mencuri tanah Arab” dan menduduki “negara kita”.
Abu Ubaidah mengakui perang itu adalah “pertempuran yang tidak seimbang” dengan pengorbanan besar oleh para pejuang Palestina dan warga sipil.
Dia bersumpah faksi-faksi yang bertempur, setidaknya lima kelompok lain yang diketahui selain Brigade al-Qassam, akan tetap “teguh”.
“Ribuan tentara musuh (telah) terbunuh atau terluka,” ungkap Abu Ubaidah, mengacu pada operasi penembak jitu dan penyergapan di Gaza.
Israel hanya mengonfirmasi beberapa ratus tentara yang tewas. “Perang yang melelahkan ini, akan berlangsung panjang, berkepanjangan, menyakitkan, dan mahal," papar dia.
Kebijakan Pembunuhan
Ini adalah penampilan pertama Abu Ubaidah di depan kamera sejak pembunuhan pemimpin biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, saat dia mengunjungi Iran pada Juli.
Israel belum secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas kematiannya. Pada Januari, Israel juga membunuh pemimpin senior Hamas Saleh al-Arouri di Lebanon.
Menyingkirkan para pemimpin senior saja bukanlah taktik yang jitu, menurut Abu Ubaidah.
"Jika pembunuhan itu adalah satu kemenangan, perlawanan terhadap pendudukan akan berakhir dan Brigade al-Qassam tidak akan melancarkan Operasi Banjir Al-Aqsa dua puluh tahun setelah pembunuhan para pendiri Hamas yang paling terkemuka," ungkap dia.
Lihat Juga :