Eks Jenderal AS: Israel Tak Miliki Kemampuan Khusus Jangkau Nuklir Iran
Selasa, 08 Oktober 2024 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
"Margaret, saya selalu percaya bahwa Iran mencoba untuk melakukan terobosan," jawab McKenzie.
"Dengan mendapatkan bahan fisil untuk membuat bom guna mendapatkan konsesi dari kami," lanjut mantan jenderal tersebut.
"Mereka juga tahu jika mereka melewati batas itu, Anda tidak dapat kembali. Itu adalah Rubikon yang tidak dapat dilintasi lagi.”
McKenzie menjabat sebagai komandan CENTCOM dari 2019 hingga 2022. CENTCOM mencakup tanggung jawab militer AS untuk Timur Tengah dan sebagian Asia, termasuk sejumlah negara yang merupakan bagian dari bekas Uni Soviet.
McKenzie, lebih lanjut, mengatakan sangat dapat dipercaya bahwa para pemimpin Iran, yang didorong oleh keputusasaan saat mereka berusaha untuk tetap berkuasa, dapat menargetkan mantan Presiden Donald Trump saat dia berusaha untuk kembali menduduki kursi kepresidenan AS.
“Mereka memandang pemilihan Presiden Trump sebagai ancaman langsung terhadap pelestarian rezim tersebut,” katanya.
Kendati demikian, mantan jenderal itu percaya posisi Iran saat ini genting.
"Iran adalah negara yang terpojok. Serangan mereka terhadap Israel beberapa malam lalu tidak terlalu berhasil. Sekutu utama mereka di kawasan itu, Hizbullah, telah dipenggal, dan kemampuan ofensifnya sendiri sangat terbatas. Kemampuan Hizbullah sangat terbatas. Jadi Iran berada di posisi yang sulit bagi mereka," paparnya.
"Dengan mendapatkan bahan fisil untuk membuat bom guna mendapatkan konsesi dari kami," lanjut mantan jenderal tersebut.
"Mereka juga tahu jika mereka melewati batas itu, Anda tidak dapat kembali. Itu adalah Rubikon yang tidak dapat dilintasi lagi.”
McKenzie menjabat sebagai komandan CENTCOM dari 2019 hingga 2022. CENTCOM mencakup tanggung jawab militer AS untuk Timur Tengah dan sebagian Asia, termasuk sejumlah negara yang merupakan bagian dari bekas Uni Soviet.
McKenzie, lebih lanjut, mengatakan sangat dapat dipercaya bahwa para pemimpin Iran, yang didorong oleh keputusasaan saat mereka berusaha untuk tetap berkuasa, dapat menargetkan mantan Presiden Donald Trump saat dia berusaha untuk kembali menduduki kursi kepresidenan AS.
“Mereka memandang pemilihan Presiden Trump sebagai ancaman langsung terhadap pelestarian rezim tersebut,” katanya.
Kendati demikian, mantan jenderal itu percaya posisi Iran saat ini genting.
"Iran adalah negara yang terpojok. Serangan mereka terhadap Israel beberapa malam lalu tidak terlalu berhasil. Sekutu utama mereka di kawasan itu, Hizbullah, telah dipenggal, dan kemampuan ofensifnya sendiri sangat terbatas. Kemampuan Hizbullah sangat terbatas. Jadi Iran berada di posisi yang sulit bagi mereka," paparnya.
Lihat Juga :