Ekonomi Israel Akan Hancur Jika Paksakan Perang Melawan Iran

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 15:44 WIB
loading...
A A A
Biaya tersebut tampaknya akan terus meningkat karena pertempuran yang lebih sengit dengan Iran dan proksinya, termasuk Hizbullah di Lebanon, menambah tagihan pertahanan pemerintah dan menunda kembalinya warga Israel ke rumah mereka di utara negara tersebut. Israel melancarkan serangan darat ke Lebanon selatan yang menargetkan Hizbullah pada tanggal 30 September.

Smotrich, menteri keuangan, yakin bahwa ekonomi Israel akan bangkit kembali setelah perang berakhir, tetapi para ekonom khawatir kerusakan akan berlangsung lama setelah konflik tersebut.

Flug, mantan gubernur Bank Israel dan sekarang wakil presiden penelitian di Institut Demokrasi Israel, mengatakan ada risiko pemerintah Israel memangkas investasi untuk membebaskan sumber daya pertahanan. "Itu akan mengurangi potensi pertumbuhan (ekonomi) ke depannya," katanya.

Para peneliti di Institut Studi Keamanan Nasional juga pesimis.

Bahkan penarikan pasukan dari Gaza dan ketenangan di perbatasan dengan Lebanon akan membuat ekonomi Israel berada dalam posisi yang lebih lemah daripada sebelum perang, kata mereka dalam sebuah laporan pada bulan Agustus. "Israel diperkirakan akan menderita kerusakan ekonomi jangka panjang terlepas dari hasilnya," tulis mereka.

"Penurunan tingkat pertumbuhan yang diantisipasi dalam semua skenario dibandingkan dengan perkiraan ekonomi sebelum perang dan peningkatan anggaran pertahanan dapat memperburuk risiko resesi yang mengingatkan pada dekade yang hilang setelah Perang Yom Kippur.”

4. Belajar dari Pengalaman Perang 1973

Perang tahun 1973, yang juga dikenal sebagai perang Arab-Israel, yang dilancarkan oleh Mesir dan Suriah terhadap pasukan Israel di Semenanjung Sinai dan Dataran Tinggi Golan, mengawali periode stagnasi ekonomi yang panjang di Israel, sebagian karena negara itu secara besar-besaran meningkatkan pengeluaran pertahanan.

Demikian pula, potensi kenaikan pajak dan pemotongan pengeluaran nonpertahanan — beberapa sudah diusulkan oleh Smotrich — untuk mendanai apa yang diharapkan banyak orang akan menjadi militer yang diperbesar secara permanen, dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Langkah-langkah tersebut, ditambah dengan melemahnya rasa aman, juga dapat memacu eksodus warga Israel yang berpendidikan tinggi, terutama pengusaha teknologi, Flug memperingatkan.

“Jumlahnya tidak harus sangat besar, karena sektor teknologi sangat bergantung pada beberapa ribu individu yang paling inovatif, kreatif, dan berjiwa wirausaha,” katanya tentang sektor yang menyumbang 20% dari hasil ekonomi Israel, dilansir CNN.

Kepergian besar-besaran para pembayar pajak berpenghasilan tinggi akan semakin merusak keuangan Israel, yang telah terpukul akibat perang. Pemerintah telah menunda penerbitan anggaran untuk tahun depan karena bergulat dengan tuntutan yang saling bersaing yang membuat sulit untuk menyeimbangkan pembukuannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved