3 Perbedaan Hizbullah dan Lebanon, Salah Satunya Kekuatan Militer yang Tak Seimbang

Senin, 30 September 2024 - 19:40 WIB
loading...
A A A
Hizbullah menunjukkan kemajuan militer pada tahun 2006 selama perang lima minggu dengan Israel, yang meletus setelah negara itu menyeberang ke Israel, menculik dua tentara dan membunuh yang lainnya. Hizbullah menembakkan ribuan roket ke Israel selama konflik tersebut, yang menewaskan 1.200 orang di Lebanon, sebagian besar warga sipil, dan 158 warga Israel tewas, sebagian besar dari mereka adalah tentara. Kekuatan militer Hizbullah tumbuh setelah tahun 2006.

Kelompok itu mengatakan roketnya dapat menyerang semua bagian Israel dan persenjataannya mencakup rudal presisi. Selama perang Gaza, Hizbullah telah mengumumkan serangan menggunakan rudal permukaan-ke-udara - senjata yang telah lama diyakini ada di persenjataannya tetapi belum pernah dikonfirmasi sebelumnya. Mereka juga telah meluncurkan pesawat nirawak peledak ke Israel.

Sementara itu, Angkatan Bersenjata Lebanon terbagi menjadi tiga cabang, yaitu angkatan darat, angkatan udara, dan angkatan laut. Mereka ditugaskan untuk menjalankan misi pertahanan, keamanan, dan pembangunan.

"Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) telah menjadi lembaga militer nasional yang semakin profesional dan cakap setelah penarikan pasukan Suriah dari Lebanon pada tahun 2005. Namun, LAF telah gagal membatasi otonomi kekuatan politik Lebanon, dan telah berjuang untuk mencegah penetrasi politik jajaran militer," tulis Aram Nerguizian, penasihat senior, program hubungan sipil-militer di negara-negara Arab, Malcolm H. Kerr Carnegie Middle East Center, untuk Carnegie Endowment, melansir Newsweek.

Tentara Lebanon tahun 2024 sepenuhnya berbasis sukarelawan dan terdiri dari "sekitar 73.000 tentara aktif (70.000 Angkatan Darat; 1.500 Angkatan Laut; 1.500 Angkatan Udara)", menurut CIA World Factbook.

LAF berkantor pusat di Yarze, sebuah kota di distrik tenggara Beirut, ibu kota negara tersebut.

Angkatan bersenjata di Lebanon mulai mengizinkan perempuan untuk mendaftar pada tahun 1980-an, dan pada tahun 2024, perempuan menyumbang sekitar 5 persen dari pasukan, CIA World Factbook melaporkan.

Angkatan Bersenjata Lebanon mulai menonjol pada pertengahan abad ke-20 (1945).

Menurut GlobalFirepower.com, Angkatan Bersenjata Lebanon berada di peringkat ke-118 dari 145 negara yang dipertimbangkan untuk tinjauan tahunan pada tahun 2024 dalam hal kekuatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved