3 Perbedaan Hizbullah dan Lebanon, Salah Satunya Kekuatan Militer yang Tak Seimbang

Senin, 30 September 2024 - 19:40 WIB
loading...
A A A
Menurut Observatory of Economic Complexity, Angkatan Bersenjata Lebanon mengimpor senjata dari Amerika Serikat, Ceko, dan Turki pada tahun 2022.

3. Peran dan Pengaruh

Pengaruh Hizbullah didukung oleh persenjataannya dan dukungan dari banyak warga Syiah Lebanon yang mengatakan bahwa kelompok tersebut membela Lebanon dari Israel. Hizbullah memiliki menteri di pemerintahan dan anggota parlemen di parlemen.

Partai-partai Lebanon yang menentang Hizbullah mengatakan bahwa kelompok tersebut telah merusak negara dan secara sepihak menyeret Lebanon ke dalam peperangan.

Hizbullah memasuki politik Lebanon pada tahun 1992, mengikuti pemilihan umum, dan mulai mengambil peran yang lebih menonjol dalam urusan negara pada tahun 2005 setelah Suriah menarik pasukan dari Lebanon menyusul pembunuhan mantan perdana menteri Rafik al-Hariri, seorang politikus Sunni yang melambangkan pengaruh Saudi di Beirut.

Pengadilan yang didukung PBB menghukum tiga anggota Hizbullah secara in absentia atas pembunuhan tersebut. Hizbullah menyangkal peran apa pun, menggambarkan pengadilan sebagai alat musuh-musuhnya.

Pada tahun 2008, perebutan kekuasaan antara Hizbullah dan musuh-musuh politiknya di Lebanon menyebabkan konflik bersenjata, setelah pemerintah berjanji untuk mengambil tindakan terhadap jaringan komunikasi militer kelompok tersebut. Pejuang Hizbullah menguasai sebagian wilayah Beirut.

Pada tahun 2018, Hizbullah dan sekutunya yang mendukung kepemilikan senjatanya memenangkan mayoritas parlemen. Kemenangan ini hilang pada tahun 2022, tetapi kelompok tersebut masih memiliki pengaruh politik yang besar.

Melansir Politico, Pemerintah sementara Lebanon tidak memiliki kekuatan untuk memengaruhi jalannya berbagai peristiwa, Perdana Menteri Najib Mikati telah mengakui. Ia mengatakan kepada saluran TV domestik pada hari Jumat bahwa Hizbullah tidak memberinya jaminan apa pun tentang apakah mereka akan memasuki perang Gaza atau tidak. "Terserah Israel untuk berhenti memprovokasi Hizbullah," kata Mikati dalam wawancara tersebut. "Saya tidak menerima jaminan apa pun dari siapa pun tentang [bagaimana hal-hal dapat berkembang] karena keadaan sedang berubah," katanya.

Berkat politik Lebanon yang terpecah belah, negara itu tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi penuh sejak Oktober 2022. Kabinet baru bertemu pada hari Kamis di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa pertikaian perbatasan dapat menyebabkan meluasnya perang.

Kabinet itu mengutuk keras apa yang disebutnya "tindakan kriminal yang dilakukan oleh musuh Zionis di Gaza." Para menteri kemudian mengatakan kepada media bahwa negara itu akan hancur karena perang. Lebanon "bisa hancur total," Amin Salam, menteri ekonomi, mengatakan kepada The National.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved