Putrinya Disuntik Vaksin Covid-19 Rusia, Putin: Dia Sehat-sehat Saja

Jum'at, 28 Agustus 2020 - 01:22 WIB
loading...
Putrinya Disuntik Vaksin...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/RIA Novosti/Aleksandr Nikolsky/Gamaleya Research Center
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan salah satu putrinya mengambil keputusan sendiri untuk menerima suntikan vaksin Sputnik V, vaksin untuk virus corona baru ( Covid-19 ) buatan negara tersebut. Menurutnya, kondisi putrinya sehat-sehat saja setelah mendapat vaksin tersebut.

"Dia berhubungan dengan banyak orang, penting baginya untuk merasa terlindungi untuk bekerja seperti biasa," kata Putin.

Orang nomor satu Rusia ini menjelaskan cara kerja vaksin yang menjanjikan selama wawancara dengan pembawa acara Sergey Brilev, yang beberapa kutipannya ditayangkan oleh channel Rossiya 1 pada hari Kamis (27/8/2020). Putin sebelumnya menjadi berita utama ketika dia mengungkapkan bahwa salah satu putrinya telah diberi suntikan vaksin Sputnik V.

"Kami lulus uji praklinis dan klinis pada hewan dan sukarelawan," kata Putin kepada Brilev. "Sekarang jelas bagi spesialis kami bahwa vaksin ini memberikan kekebalan yang berkelanjutan, antibodi muncul, seperti yang mereka lakukan pada kasus putri saya, dan tidak berbahaya. Syukurlah, putri saya sehat-sehat saja." (Baca: Rusia Siap Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Indonesia )

Putin ditanya apakah sudah berkonsultasi dengan putrinya sebelum imunisasi dilakukan. "Dia sudah dewasa, dia hanya mengatakan bahwa dia telah membuat keputusan seperti itu," jawab presiden, sembari menjelaskan juga bahwa putrinya telah melakukannya sebagai sukarelawan.

Suntikan vaksin, ulang Putin, tidak menimbulkan banyak efek samping. Menurutnya, putrinya memiliki suhu tubuh 38,4 derajat Celsius pada hari pertama disuntik vaksin, lalu pada hari kedua lebih dari 37 derajat Celsius. Putri Putin kemudian diberi suntikan kedua dan terakhir 21 hari kemudian, tetapi semuanya normal kecuali suhu tubuhnya naik sedikit.

Rusia menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi menyetujui penggunaan vaksin Covid-19. Dikembangkan oleh Pusat Penelitian Nasional Gamaleya yang terkenal di Moskow, vaksin Sputnik V berhasil lulus uji klinis fase dua, di mana dosis yang tepat dan kekuatan respons imun diukur.

Putin menambahkan vaksin kedua Rusia yang diproduksi oleh Vector Institute yang berbasis di Novosibirsk akan tiba pada bulan September. “Saya yakin staf Vector akan membuat obat luar biasa yang akan banyak membantu orang,” kata presiden.

Pemerintah Rusia mengatakan para dokter dan guru garis depan akan menjadi yang pertama mendapatkan suntikan vaksin Sputnik V. Namun, vaksin tersebut tidak akan diedarkan secara umum hingga Januari 2021, yang memungkinkan beberapa bulan pengamatan lebih lanjut tentang efisiensi dan keamanannya.

Di sisi lain, Putin mengimbau para warga untuk disiplin, karena itu merupakan kunci untuk membendung penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, yang sejauh ini telah menginfeksi hampir 973.000 orang di Rusia dan merenggut lebih dari 16.700 jiwa. “Semakin disiplin kita, semakin cepat kita bisa kembali ke kehidupan normal," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved