alexametrics

Parlemen Setujui Pengunduran Diri Perdana Menteri Irak

loading...
Parlemen Setujui Pengunduran Diri Perdana Menteri Irak
PM Irak Adel Abdul Mahdi berbicara di Baghdad, Irak pada 23 Oktober lalu. Foto/REUTERS/Khalid al-Mousily
A+ A-
BAGHDAD - Parlemen Irak menggelar voting untuk menerima pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Adel Abdul Mahdi setelah beberapa pekan kerusuhan di negara itu.

Keputusan Abdul Hadi untuk mundur diumumkan pada Jumat (29/11) setelah seruan Ulama Irak Ayatollah Ali al-Sistani agar parlemen mencabut dukungan pada pemerintahan Abdul Hadi untuk meredam unjuk rasa anti-pemerintah.

"Parlemen Irak akan meminta presiden negara menunjuk perdana menteri baru," ungkap pernyataan parlemen Irak, dilansir Reuters.



Para anggota parlemen menyatakan pemerintahan Abdul Mahdi termasuk PM akan menjalankan tugas sementara hingga pemerintahan baru dipilih.

Sesuai konstitusi, Presiden Irak Barham Salih akan meminta blok terbesar di parlemen menunjuk PM baru untuk membentuk pemerintahan. Langkah ini diperkirakan memicu pergulatan politik selama beberapa pekan.

Pasukan Irak telah menewaskan 400 demonstran sejak unjuk rasa pecah pada 1 Oktober. Puluhan personil keamanan juga tewas dalam unjuk rasa itu.

Pengunduran diri Abdul Hadi diperkirakan tak mengakhiri unjuk rasa. Kini demonstran menuntut perubahan sistem politik yang korup dan mengecam kemiskinan yang kian meluas.
(sfn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak