Pemimpin Hizbullah Tewas, Perang Besar Timur Tengah Kini Tak Terelakkan
Sabtu, 28 September 2024 - 22:05 WIB
loading...
Kematian Hassan Nasrallah bisa menyebabkan perang besar di Timur Tengah. Foto/X
A
A
A
BEIRUT - Kematian pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah akan mengakibatkan perang besar di Timur Tengah makin tak terelekkan. Upaya gencatan senjata pun akan mustahil terwujud.
Alasan utama mengapa konsorsium yang terdiri dari 12 negara, termasuk sekutu dan mitra Israel, mendorong gencatan senjata selama 21 hari di Lebanon adalah untuk menurunkan suhu dan mengurangi risiko konflik ini menyebar lebih jauh ke seluruh Timur Tengah.
Tetapi Israel telah dengan jelas memutuskan bahwa mereka sekarang telah membuat Hizbullah terpojok dan ingin memanfaatkan keunggulannya, berapa pun biayanya.
Jadi sekarang pertanyaan utamanya adalah apa yang akan dilakukan Iran.
"Mereka terancam menyaksikan kehancuran sekutu utamanya di kawasan itu, Hizbullah, tetapi juga pencegah yang ditawarkan rudal Hizbullah," ungkap Frank Gardner, analis keamanan dan pertahanan BBC.
Berbagai rudal, peluncurnya, dan orang-orang yang mengoperasikannya tentu saja telah habis dalam seminggu terakhir, tetapi banyak di antaranya masih utuh, termasuk rudal berpemandu presisi jarak jauh yang mampu menghantam Tel Aviv dan kota-kota lain.
Baca Juga: Siapa Hassan Nasrallah? Pemimpin Hizbullah yang Diklaim Israel Tewas dalam Serangan Udara
Alasan utama mengapa konsorsium yang terdiri dari 12 negara, termasuk sekutu dan mitra Israel, mendorong gencatan senjata selama 21 hari di Lebanon adalah untuk menurunkan suhu dan mengurangi risiko konflik ini menyebar lebih jauh ke seluruh Timur Tengah.
Tetapi Israel telah dengan jelas memutuskan bahwa mereka sekarang telah membuat Hizbullah terpojok dan ingin memanfaatkan keunggulannya, berapa pun biayanya.
Jadi sekarang pertanyaan utamanya adalah apa yang akan dilakukan Iran.
"Mereka terancam menyaksikan kehancuran sekutu utamanya di kawasan itu, Hizbullah, tetapi juga pencegah yang ditawarkan rudal Hizbullah," ungkap Frank Gardner, analis keamanan dan pertahanan BBC.
Berbagai rudal, peluncurnya, dan orang-orang yang mengoperasikannya tentu saja telah habis dalam seminggu terakhir, tetapi banyak di antaranya masih utuh, termasuk rudal berpemandu presisi jarak jauh yang mampu menghantam Tel Aviv dan kota-kota lain.
Baca Juga: Siapa Hassan Nasrallah? Pemimpin Hizbullah yang Diklaim Israel Tewas dalam Serangan Udara
Lihat Juga :