Filipina Bersumpah Panggil AS jika Kapal Perangnya Diserang China
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 00:09 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan itu didahului oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Michael Pompeo yang mengecam klaim China di kawasan itu pada pertengahan Juli sebagai klaim yang sepenuhnya melanggar hukum atau ilegal. Pernyataan Pompeo itu memicu Kedutaan Besar China di Washington untuk menanggapi dengan mengatakan bahwa Beijing dengan tegas menentang pernyataan Pompeo.
Pada bulan Juni, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan keprihatinan atas peningkatan aktivitas Beijing di Laut China Selatan ketika kawasan itu sibuk berjuang melawan pandemi virus corona baru (Covid-19).
"Kami meminta para pihak untuk menahan diri dari meningkatnya ketegangan dan mematuhi tanggung jawab di bawah hukum internasional," kata Duterte.
Dalam perkembangan terpisah pada bulan Juni, Filipina mengumumkan pembalikan dari keputusan sebelumnya untuk mengakhiri Perjanjian Pasukan Kunjungan (VFA) dengan AS, mengacu pada perkembangan politik dan lainnya di kawasan.
Langkah tersebut setelah Duterte menginstruksikan pemerintah pada bulan Februari untuk menghentikan VFA. "Sudah waktunya kita (Filipina) mengandalkan diri kita sendiri," ujar Duterte kala itu.
Pada bulan Juni, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan keprihatinan atas peningkatan aktivitas Beijing di Laut China Selatan ketika kawasan itu sibuk berjuang melawan pandemi virus corona baru (Covid-19).
"Kami meminta para pihak untuk menahan diri dari meningkatnya ketegangan dan mematuhi tanggung jawab di bawah hukum internasional," kata Duterte.
Dalam perkembangan terpisah pada bulan Juni, Filipina mengumumkan pembalikan dari keputusan sebelumnya untuk mengakhiri Perjanjian Pasukan Kunjungan (VFA) dengan AS, mengacu pada perkembangan politik dan lainnya di kawasan.
Langkah tersebut setelah Duterte menginstruksikan pemerintah pada bulan Februari untuk menghentikan VFA. "Sudah waktunya kita (Filipina) mengandalkan diri kita sendiri," ujar Duterte kala itu.
Lihat Juga :