Prancis Mengaku Bingung dengan Rusia Terkait Kasus Navalny
Kamis, 27 Agustus 2020 - 18:06 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Yves Le Drian mengatakan, bahwa dia heran dengan Rusia yang tidak mengambil pendekatan transparan atas dugaan peracunan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny. Foto/REUTERS
A
A
A
PARIS - Menteri Luar Negeri Prancis , Jean-Yves Le Drian mengatakan bahwa dia heran dengan Rusia yang tidak mengambil pendekatan transparan atas dugaan peracunan pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny. Le Drian menuturkan, Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE) akan bertemu untuk membahas kasus ini.
"Saya tidak mengerti mengapa Rusia tidak memainkan permainan transparansi karena itu untuk kepentingan mereka," kata Le Drian saat melakukan wawancara dengan RTL, seperti dilansir Reuters pada Kamis (27/8/2020). ( Baca juga: Giliran Prancis Selidiki TikTok karena Langgar Privasi Pengguna )
"Itu kejahatan. Rusia perlu mengambil inisiatif untuk melakukan penyelidikan transparan, dan ketika yang bersalah terbukti menggunakannya sebagai pelajaran (untuk orang lain), ini bukan pertama kalinya ada keracunan," sambungnya.
Ketika ditanya apakah ada cara untuk memaksa Moskow melakukan penyelidikan, Le Drian menuturkan bahwa UE mungkin bisa menggunakan pendekatan sanksi dalam hal ini. ( Baca juga: Amien Rais Khawatir Indonesia Darurat Tenaga Medis )
"Kami sudah memiliki beberapa sanksi, jadi saya pikir jika mereka (Rusia) mengambil inisiatif transparansi, itu akan menjadi penghargaan mereka," katanya. Dia menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri UE akan bertemu hari ini dan besok di Berlin, Jerman, untuk membahas masalah tersebut.
Navalny, yang saat ini dalam kondisi koma, tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Berlin. Menurut para dokter di rumah sakit di Berlin, mengatakan pemeriksaan medis awalnya menunjukkan keracunan, meskipun dokter Rusia yang pertama kali merawatnya di rumah sakit Siberia membantah diagnosis itu.
"Saya tidak mengerti mengapa Rusia tidak memainkan permainan transparansi karena itu untuk kepentingan mereka," kata Le Drian saat melakukan wawancara dengan RTL, seperti dilansir Reuters pada Kamis (27/8/2020). ( Baca juga: Giliran Prancis Selidiki TikTok karena Langgar Privasi Pengguna )
"Itu kejahatan. Rusia perlu mengambil inisiatif untuk melakukan penyelidikan transparan, dan ketika yang bersalah terbukti menggunakannya sebagai pelajaran (untuk orang lain), ini bukan pertama kalinya ada keracunan," sambungnya.
Ketika ditanya apakah ada cara untuk memaksa Moskow melakukan penyelidikan, Le Drian menuturkan bahwa UE mungkin bisa menggunakan pendekatan sanksi dalam hal ini. ( Baca juga: Amien Rais Khawatir Indonesia Darurat Tenaga Medis )
"Kami sudah memiliki beberapa sanksi, jadi saya pikir jika mereka (Rusia) mengambil inisiatif transparansi, itu akan menjadi penghargaan mereka," katanya. Dia menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri UE akan bertemu hari ini dan besok di Berlin, Jerman, untuk membahas masalah tersebut.
Navalny, yang saat ini dalam kondisi koma, tengah menjalani perawatan di rumah sakit di Berlin. Menurut para dokter di rumah sakit di Berlin, mengatakan pemeriksaan medis awalnya menunjukkan keracunan, meskipun dokter Rusia yang pertama kali merawatnya di rumah sakit Siberia membantah diagnosis itu.
(esn)
Lihat Juga :