Khamenei Desak Negara-negara Islam Putus Hubungan dengan Israel demi Palestina

Minggu, 22 September 2024 - 13:33 WIB
loading...
Khamenei Desak Negara-negara...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei desak negara-negara Islam putuskan hubungan dengan Israel demi mendukung Palestina. Foto/Khamenei.ir
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mendesak negara-negara Islam di seluruh dunia untuk memutuskan hubungan ekonomi dengan Israel demi membela rakyat Palestina.

Desakan itu disampaikan dalam pidatonya di Konferensi Persatuan Islam di Teheran pada Sabtu.

Dalam pidatonya, Khamenei menuduh Israel melakukan kejahatan dalam kampanye militernya yang berlangsung hampir setahun melawan Hamas di Gaza.

Lebih dari 41.000 warga Palestina telah tewas dalam invasi brutal Zionis tersebut hingga saat ini, menurut angka terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza.

Baca Juga: Tentara Israel Bersenjata Tempur Serbu Studio Al Jazeera, Perintahkan untuk Tutup

Israel, kata Khamenei, terbuka tentang kejahatan yang dilakukannya dalam operasi militernya di Gaza.

"Saat ini, rezim Zionis melakukan kejahatan tanpa malu-malu dan tanpa menyembunyikannya di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Suriah,” kata Khamenei.

"Mereka tidak memerangi tentara. Mereka menargetkan orang-orang biasa,” ujarnya, sembari menyerukan dunia Muslim untuk memutuskan hubungan mereka dengan Israel.

"Saat ini, langkah pertama untuk meningkatkan persatuan dunia Islam melawan geng kriminal dan teroris yang telah merampas tanah Palestina adalah dengan memutus hubungan ekonomi sepenuhnya oleh negara-negara Islam. Ini adalah hal yang paling tidak dapat dilakukan," kata Khamenei, yang dilansir Russia Today, Minggu (22/9/2024).

Ketegangan antara Israel dan negara-negara Islam di sekitarnya meningkat selama operasi militer Israel di Gaza.

Kampanye militer Israel merupakan respons terhadap serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, ketika kelompok militan tersebut menyerang Israel, menewaskan sekitar 1.100 orang dan menyandera lebih dari 200 orang.

Menurut PBB, pengeboman dan operasi darat Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah kantong Palestina tersebut, dan menyebabkan 90% penduduk Palestina mengungsi.

Teheran telah berulang kali menuduh Israel berupaya melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Ketegangan yang telah berlangsung lama antara kedua negara tersebut memuncak pada bulan April setelah pengeboman di kompleks Kedutaan Besar Iran di Suriah, yang menurut Iran dilakukan oleh Zionis.

Iran meluncurkan rentetan serangan ratusan rudal dan pesawat nirawak ke Israel, yang dilawan Israel dengan bantuan signifikan dari AS, Inggris, dan sekutu lainnya di kawasan tersebut.

Ketegangan kembali meningkat pada bulan Juli, setelah pembunuhan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh di Ibu Kota Iran, Teheran. Hamas dan Iran menyalahkan Israel atas pembunuhan Haniyeh.

Iran telah bersumpah untuk membalaskan kematian Haniyeh, tetapi belum melakukan ancamannya hingga sekarang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Berita Terkini
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved