Joe Biden kepada Sekutu Quad: China Menguji Kita

Minggu, 22 September 2024 - 09:42 WIB
loading...
A A A
"Kami sangat prihatin dengan situasi di Laut China Timur dan Laut China Selatan," bunyi pernyataan bersama, yang dilansir AFP, Minggu (22/9/2024).

Para pemimpin tersebut mengutuk manuver yang bersifat memaksa dan mengintimidasi di Laut China Selatan—tempat China berselisih dengan Filipina dan negara-negara lain atas klaim maritimnya—tetapi tanpa mengatakan manuver siapa yang melakukannya.

Sementara itu, pulau-pulau yang disengketakan di Laut China Timur telah lama menjadi sumber ketegangan antara Jepang dan China.

Sebaliknya, para pemimpin menggunakan pernyataan terselubung, seperti yang telah mereka lakukan pada kesempatan sebelumnya, tentang menjaga kawasan itu "bebas dan terbuka" dan berbicara tentang "tantangan" geopolitik.

Bayangan lain yang membayangi pertemuan puncak itu adalah pemilihan presiden AS pada bulan November, dengan mantan presiden Donald Trump yang menganut isolasionisme dalam persaingan ketat melawan pewaris politik Biden, Kamala Harris.

Biden bersikeras bahwa aliansi tersebut akan bertahan apa pun situasi politiknya.

"Meskipun tantangan akan datang, dunia akan berubah karena Quad akan tetap ada," kata Biden kepada para pemimpin aliansi dalam sambutan publiknya sebelum para jurnalis dipersilakan keluar.

Ketika ditanya oleh wartawan apakah Quad akan berhasil melewati pemiliu pada tanggal 5 November, Biden menjawab: "Jauh melampaui November. Jauh melampaui November."

PM Modi dari India membuat janji serupa—dalam sebuah komitmen yang akan disambut baik oleh Washington, Canberra, dan Tokyo saat mereka mendekati New Delhi yang secara historis tidak berpihak.

"Pesan kami adalah, Quad akan tetap ada," kata Modi, yang akan menjadi tuan rumah KTT Quad tahun depan di India.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Jet Tempur F/A-18 Hornet...
Jet Tempur F/A-18 Hornet AS Tabrak Gunung, Picu Kebakaran Hutan
Rekomendasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Berita Terkini
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved