Armada Pasifik Rusia dan Angkatan Laut China Gelar Latihan di Laut Jepang
Sabtu, 21 September 2024 - 17:45 WIB
loading...
A
A
A
Kapal-kapal China tersebut tiba di Vladivostok pada Rabu. Selama berada di pangkalan utama Armada Pasifik Rusia, para pelaut China mengikuti berbagai acara olahraga dan budaya.
Sementara itu, Rusia membuat daftar 47 negara yang “sikap merusaknya” bertentangan dengan nilai-nilai Rusia, sehingga membuka jalan bagi warga negara mereka untuk mencari suaka di Rusia jika mereka menginginkannya.
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit bulan lalu yang mengizinkan orang asing yang memiliki nilai-nilai tradisional Rusia dan tidak setuju dengan agenda “neoliberal” yang didorong oleh pemerintah mereka sendiri untuk mengajukan permohonan izin tinggal.
Pada Jumat (20/9/2024), Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menerbitkan daftar negara dan wilayah yang “menerapkan kebijakan yang memaksakan sikap ideologis neoliberal yang merusak yang bertentangan dengan nilai-nilai spiritual dan moral tradisional Rusia.”
Daftar yang diunggah di portal pemerintah Rusia mencakup negara dan wilayah berikut: Australia, Austria, Albania, Andorra, Bahama, Belgia, Bulgaria, Inggris, Jerman, Yunani, Denmark, Irlandia, Islandia, Spanyol, Italia, Kanada, Siprus, Latvia, Lithuania, Lichtenstein, Luksemburg, Malta, Mikronesia, Monako, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Portugal, Korea Selatan, Rumania, San Marino, Makedonia Utara, Singapura, Amerika Serikat (AS), Taiwan (wilayah China), Ukraina, Finlandia, Prancis, Kroasia, Montenegro, Republik Ceko, Swiss, Swedia, Estonia, dan Jepang.
Yang paling menonjol tidak tercantum dalam daftar tersebut adalah negara anggota Uni Eropa (UE) dan NATO, yakni Slowakia dan Hongaria, serta negara anggota NATO, Turki.
Sebagian besar negara yang masuk daftar tersebut sebelumnya masuk dalam daftar pemerintah yang "tidak bersahabat", yang pertama kali disusun pada musim semi tahun 2021 dan diperbarui pada tahun 2022.
Sementara itu, Rusia membuat daftar 47 negara yang “sikap merusaknya” bertentangan dengan nilai-nilai Rusia, sehingga membuka jalan bagi warga negara mereka untuk mencari suaka di Rusia jika mereka menginginkannya.
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit bulan lalu yang mengizinkan orang asing yang memiliki nilai-nilai tradisional Rusia dan tidak setuju dengan agenda “neoliberal” yang didorong oleh pemerintah mereka sendiri untuk mengajukan permohonan izin tinggal.
Pada Jumat (20/9/2024), Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menerbitkan daftar negara dan wilayah yang “menerapkan kebijakan yang memaksakan sikap ideologis neoliberal yang merusak yang bertentangan dengan nilai-nilai spiritual dan moral tradisional Rusia.”
Daftar yang diunggah di portal pemerintah Rusia mencakup negara dan wilayah berikut: Australia, Austria, Albania, Andorra, Bahama, Belgia, Bulgaria, Inggris, Jerman, Yunani, Denmark, Irlandia, Islandia, Spanyol, Italia, Kanada, Siprus, Latvia, Lithuania, Lichtenstein, Luksemburg, Malta, Mikronesia, Monako, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Portugal, Korea Selatan, Rumania, San Marino, Makedonia Utara, Singapura, Amerika Serikat (AS), Taiwan (wilayah China), Ukraina, Finlandia, Prancis, Kroasia, Montenegro, Republik Ceko, Swiss, Swedia, Estonia, dan Jepang.
Yang paling menonjol tidak tercantum dalam daftar tersebut adalah negara anggota Uni Eropa (UE) dan NATO, yakni Slowakia dan Hongaria, serta negara anggota NATO, Turki.
Sebagian besar negara yang masuk daftar tersebut sebelumnya masuk dalam daftar pemerintah yang "tidak bersahabat", yang pertama kali disusun pada musim semi tahun 2021 dan diperbarui pada tahun 2022.
Lihat Juga :