alexametrics

Khamenei: Pihak Asing di Balik Demonstrasi Anti Kenaikan BBM

loading...
Khamenei: Pihak Asing di Balik Demonstrasi Anti Kenaikan BBM
Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut, pihak luar berada di balik demonstrasi menentang kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Iran. Foto/Reuters
A+ A-
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut, pihak luar berada di balik demonstrasi menentang kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di Iran. Khamenei juga menyatakan mendukung kenaikan dan pembatasan BBM tersebut.

Presiden Iran, Hassan Rouhani mengumumkan pada Jumat bahwa harga satu liter BBM naik menjadi 15.000 rial (Rp5.000) dari 10.000 rial (Rp3.300) dan setiap satu mobil pribadi hanya mendapat 60 liter BMM per bulan. Jika beli lebih dari 60 liter maka harganya menjadi 30.000 rial (Rp10.000) per liter.

"Beberapa orang tidak diragukan khawatir dengan keputusan ini, tetapi sabotase dan pembakaran dilakukan oleh para hooligan, bukan rakyat kita. Kontra-revolusi dan musuh-musuh Iran selalu mendukung sabotase dan pelanggaran keamanan dan terus melakukannya," kata Khamenei.



"Sayangnya, beberapa masalah menyebabkan sejumlah orang kehilangan nyawa dan beberapa pusat hancur," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Minggu (17/11/2019).

Khamenei kemudian mengatakan, kenaikan harga bensin didasarkan pada pendapat ahli dan harus dilaksanakan, tetapi ia meminta pejabat untuk mencegah kenaikan harga barang-barang lain.

Sebelumnya diwartakan, jumlah korban tewas dalam demonstrasi menolak kenaikan harga BBM di Iran dilaporkan terus bertambah. Setidaknya 12 orang dilaporkan tewas dalam demonstrasi tersebut.

Seorang pengunjuk rasa tewas di Sirjan pada Jumat malam, sementara empat lainnya meninggal karena luka-luka di kota Mahmara, selatan provinsi Ahwaz. Satu orang lainnya terbunuh di Ibu Kota Iran, Teheran di distrik Shahriar. Sementara itu, 13 orang dilaporkan menderita luka-luka dalam demonstrasi tersebut.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak