alexametrics

Rusia, Lithuania, dan Norwegia Lakukan Pertukaran Mata-mata

loading...
Rusia, Lithuania, dan Norwegia Lakukan Pertukaran Mata-mata
Rusia, Lithuania, dan Norwegia terlibat pertukaran mata-mata tiga arah. Foto/Euronews
A+ A-
VILNIUS - Rusia, Lithuania dan Norwegia melakukan pertukaran mata-mata tiga arah. Pertukaran itu terjadi di perbatasan Lithuania dengan Rusia.

Menurut kepala kontra intelijen Lithuania lima orang dibebaskan sebagai bagian dari operasi pertukaran itu pada hari Jumat (15/11/2019). Dua warga negara Rusia ditukar dengan dua orang warga Lithuania dan seorang warga Norwegia seperti dikutip dari Euronews.

Pertukaran mata-mata tiga arah ini terjadi setelah presiden Lithuania, Gitana Nauseda, mengkonfirmasi pada hari sebelumnya bahwa ia telah mengampuni dua warga Rusia. Nikolai Filipchenko dan Sergei Moisejenko mendekam di penjara Lithuania atas tuduhan spionase sejak 2017 lalu.



Nikolai Filipchenko menjalani hukuman sepuluh tahun setelah diketahui menjadi anggota Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB). Ia juga berusaha merekrut pejabat senior di Lithuania. Sementara Sergei Moisejenko menjalani hukuman sepuluh tahun dan enam bulan karena merekrut seorang perwira.

Pengampunan Nauseda terhadap kedua orang itu pada hari Jumat mengutip sebuah pasal khusus dalam hukum pidana negara itu yang mulai berlaku minggu ini - dan berkaitan dengan proses pertukaran mata-mata asing.

Menurut kantor berita BNS Lithuania, pertukaran mata-mata itu adalah hasil negosiasi selama berminggu-minggu antara Lithuania, Rusia dan Norwegia.

Sebagai tanggapan, Rusia membebaskan dua warga Lithuania - Yevgeny Mataitis dan Aristidas Tamosaitis - yang dipenjara karena aksi mata-matai pada tahun 2016.

Rusia juga merilis Frode Berg, seorang penjaga perbatasan Norwegia yang dihukum pada tahun 2017.

Pengacara Berg mengatakan belum diketahui kapan kliennya akan dibawa kembali ke Norwegia setelah diserahkan kepada otoritas negara itu di Lithuania.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak