Israel Ledakkan Ribuan Pager Lebanon Langgar Hukum Internasional, DK PBB Tetap Diam?

Kamis, 19 September 2024 - 14:17 WIB
loading...
A A A
Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jeanine Hennis-Plasschaert, mengutuk serangan tersebut.

"Sesuai dengan hukum humaniter internasional, dia mengingatkan semua pihak yang berkepentingan bahwa warga sipil bukanlah target dan harus dilindungi setiap saat," kata kantor Hennis-Plasschaert dalam sebuah pernyataan.

Direktur Human Rights Watch Timur Tengah dan Afrika Utara, Lama Fakih, juga mengutuk serangan tersebut, menyerukan penyelidikan yang tidak memihak dan memperingatkan bahwa larangan hukum internasional atas jebakan adalah untuk melindungi warga sipil.

Brian Finucane, penasihat senior untuk International Crisis Group dan mantan penasihat hukum di Departemen Luar Negeri AS, mengatakan kepada The New Arab bahwa serangan itu menimbulkan pertanyaan mengenai protokol kedua yang diamandemen dari konvensi senjata konvensional tertentu, yang mengatur jebakan.

Meskipun tidak melarang penggunaan jebakan secara langsung, ketentuan tertentu diberlakukan kepada para penandatangan, yang meliputi Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat.

"Misalnya, larangan tersebut melarang penggunaan jebakan dalam bentuk benda portabel yang tampaknya tidak berbahaya yang secara khusus dirancang dan dibuat untuk menampung bahan peledak," katanya.

Pembatasan tersebut termasuk dalam poin kedua dari pasal tujuh amandemen tersebut.

"Kami masih menunggu untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bagaimana tepatnya pager ini dimodifikasi, dan itu mungkin relevan dengan larangan ini," ujarnya, dengan mengatakan bahwa tanpa informasi lebih lanjut, sulit untuk mencapai kesimpulan pasti tentang pelanggaran apa yang telah terjadi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Berita Terkini
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Infografis
Militer Israel dan Hizbullah...
Militer Israel dan Hizbullah Lebanon kembali Saling Serang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved