Rusia Diduga Eksekusi Tentara Ukraina, Pedang Bertuliskan 'untuk Kursk' Tertancap di Dada
Kamis, 19 September 2024 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Kostin menyebutkan pada bulan Juni bahwa kejahatan perang tersebut merupakan bagian dari upaya Kyiv yang lebih luas untuk mendokumentasikan tindakan Rusia.
Para aktivis hak asasi manusia percaya skala penuh dari dugaan pelanggaran tersebut hanya akan terungkap di masa depan yang jauh dan telah mendorong kekuatan internasional untuk meningkatkan upaya dalam mengidentifikasi para pelaku.
Sementara itu, Rusia telah mengintensifkan upayanya untuk mengusir pasukan Ukraina dari Kursk saat Presiden Vladimir Putin berusaha untuk mengembangkan militer negaranya menjadi yang terbesar kedua di dunia, setelah China.
Rusia juga membuat kemajuan yang lambat menuju Pokrovsk, yang terletak di barat laut Novohrodivka, tempat dugaan eksekusi dengan pedang itu terjadi.
Dalam pembaruan militer pada hari Kamis (19/9/2024), Ukraina melaporkan telah menggagalkan 40 serangan Rusia di dekat Pokrovsk selama 24 jam sebelumnya, dengan pertempuran paling sengit terjadi di dekat Hrodivka dan Novohrodivka.
Para aktivis hak asasi manusia percaya skala penuh dari dugaan pelanggaran tersebut hanya akan terungkap di masa depan yang jauh dan telah mendorong kekuatan internasional untuk meningkatkan upaya dalam mengidentifikasi para pelaku.
Sementara itu, Rusia telah mengintensifkan upayanya untuk mengusir pasukan Ukraina dari Kursk saat Presiden Vladimir Putin berusaha untuk mengembangkan militer negaranya menjadi yang terbesar kedua di dunia, setelah China.
Rusia juga membuat kemajuan yang lambat menuju Pokrovsk, yang terletak di barat laut Novohrodivka, tempat dugaan eksekusi dengan pedang itu terjadi.
Dalam pembaruan militer pada hari Kamis (19/9/2024), Ukraina melaporkan telah menggagalkan 40 serangan Rusia di dekat Pokrovsk selama 24 jam sebelumnya, dengan pertempuran paling sengit terjadi di dekat Hrodivka dan Novohrodivka.
(mas)
Lihat Juga :