Elon Musk Heran Tak Seorang Pun Coba Bunuh Biden dan Harris, Gedung Putih Kesal

Selasa, 17 September 2024 - 10:54 WIB
loading...
Elon Musk Heran Tak...
Miliarder Elon Musk heran tak seorang pun mencoba membunuh Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris. Sebaliknya, Donald Trump sudah dua kali jadi target upaya pembunuhan. Foto/AP Photo/Mark Schiefelbein
A A A
WASHINGTON - Miliarder Amerika Serikat (AS) Elon Musk merasa heran karena tak ada seorang pun yang mencoba membunuh Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris.

Sebaliknya, mantan presiden yang juga calon presiden (capres) dari Partai Republik Donald Trump, sudah dua kali menjadi target upaya pembunuhan.

Musk, miliarder bos Tesla dan Space-X, merupakan pendukung utama Trump.

"Dan tidak seorang pun yang mencoba membunuh Biden/Kamala," tulis Musk di X yang diakhirinya dengan emoji wajah dengan alis terangkat sebagai ekspresi keheranan, pada Minggu.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Donald Trump Selamat dari Penembakan di Dekatnya

Secret Service—badan yang melindungi presiden, mantan presiden, dan pejabat tinggi AS—pada Senin (16/9/2024) mengatakan bahwa mereka mengetahui unggahan Elon Musk di X yang merenungkan tentang tidak adanya upaya pembunuhan Presiden Biden dan Wakil Presiden Harris (capres dari Partai Demokrat).

Musk mengunggah postingan tersebut setelah seorang pria yang berencana membunuh Trump dengan senapan AK-47 di lapangan golf miliknya di West Palm Beach, Floorida, ditangkap pada hari Minggu.

Posting tersebut membuat Musk dikritik pengguna X dari kubu sayap kiri dan sayap kanan, yang mengatakan bahwa mereka khawatir kata-kata Musk kepada hampir 200 juta pengikut dapat memicu kekerasan terhadap Biden dan Harris.

Musk menghapus postingan tersebut tetapi Secret Service memperhatikannya.

"Secret Service mengetahui postingan media sosial yang dibuat oleh Elon Musk dan sebagai praktik, kami tidak mengomentari hal-hal yang melibatkan intelijen perlindungan," kata seorang juru bicara Secret Service kepada Reuters melalui email, Selasa (17/9/2024).

"Namun, kami dapat mengatakan bahwa Secret Service menyelidiki semua ancaman yang terkait dengan orang-orang yang kami lindungi."

Juru bicara tersebut menolak untuk menjelaskan apakah agensi itu telah menghubungi Musk, yang tampaknya mengisyaratkan dalam unggahan lanjutan bahwa dia telah membuat lelucon.

"Ya, satu pelajaran yang saya pelajari adalah bahwa hanya karena saya mengatakan sesuatu kepada sekelompok orang dan mereka tertawa bukan berarti itu akan menjadi sangat lucu sebagai unggahan di X," tulisnya.

"Ternyata lelucon jatuh kurang lucu jika orang tidak tahu konteksnya dan penyampaiannya adalah teks biasa."

Harris telah mengeluarkan pernyataan pada Minggu malam seperti yang dilakukan Biden yang menyatakan kelegaan dan rasa terima kasih bahwa Trump tidak terluka dalam insiden hari Minggu. Mereka juga mengutuk kekerasan politik.

Sementara itu, Gedung Putih kesal atas unggahan Elon Musk.

"Kekerasan seharusnya dikutuk, tidak boleh didorong atau dijadikan bahan tertawaan. Retorika ini tidak bertanggung jawab," kata juru bicara Gedung Putih Andrew Bates.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
Berita Terkini
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Infografis
Adu Kekayaan Elon Musk,...
Adu Kekayaan Elon Musk, Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved