Israel Bujuk 30.000 Pengungsi Afrika Gabung Genosida di Gaza dengan Imbalan Status Menetap

Senin, 16 September 2024 - 18:45 WIB
loading...
Israel Bujuk 30.000...
Tentara Israel menangkap seorang warga Palestina yang ditutup matanya selama penyerbuan militer di Tubas, Tepi Barat, pada Rabu (11/9/2024). Foto/AP/Majdi Mohammed
A A A
TEL AVIV - Pemerintah Israel membujuk sekitar 30.000 pencari suaka dari negara-negara Afrika ke negara itu dengan menawarkan mereka status penduduk tetap jika mereka bergabung militer Zionis dalam genosida di Jalur Gaza.

"Pejabat pertahanan menyadari mereka dapat menggunakan bantuan para pencari suaka dan memanfaatkan keinginan mereka untuk memperoleh status permanen di Israel sebagai insentif," ungkap laporan media Israel, Haaretz.

"Lembaga pertahanan Israel menawarkan para pencari suaka Afrika yang berkontribusi pada upaya perang di Gaza, mempertaruhkan nyawa mereka, demi bantuan untuk memperoleh status permanen di Israel," papar Haaretz dalam laporan eksklusif.

Mengutip pejabat pertahanan, surat kabar itu mengatakan prosedur ini dilakukan "secara terorganisasi, dengan bimbingan penasihat hukum lembaga pertahanan."

Para pejabat pertahanan memberi tahu Haaretz bahwa proyek tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan penasihat hukum dari lembaga pertahanan secara terorganisasi.

Ada sekitar 30.000 pencari suaka asal benua Afrika di Israel. Mereka menghadapi tekanan yang semakin besar dari politisi anti-imigran, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang secara teratur menyebut mereka sebagai "penyusup".

Seorang pria yang diwawancarai Haaretz, yang akhirnya memilih untuk tidak mendaftar, menceritakan dia didekati seorang pejabat keamanan Israel untuk bergabung dalam perang genosida di Gaza.

Pejabat Israel itu menjelaskan setelah masa pelatihan dua pekan, dia akan ditempatkan bersama para pencari suaka lainnya.

"Saya bertanya, 'Apa yang saya dapatkan?' meskipun saya tidak benar-benar mencari apa pun," ujar pria yang diidentifikasi sebagai A.

"Tetapi kemudian dia berkata kepada saya: 'Jika Anda pergi ke sini, Anda dapat menerima dokumen dari Negara Israel.' Dia meminta saya untuk mengirimkan fotokopi identitas saya dan berkata dia akan mengurus semua ini," papar pria itu.

Menurut Haaretz, tidak ada pencari suaka yang berpartisipasi dalam perang yang telah diberi status resmi sejauh ini, dan sumber pertahanan mengatakan masalah etika seputar perekrutan pencari suaka belum ditangani.

Surat kabar itu melaporkan para pencari suaka telah digunakan dalam berbagai operasi, mengutip sumber militer.

"Ini adalah masalah yang sangat bermasalah," ujar salah satu sumber.

"Keterlibatan para ahli hukum tidak membebaskan siapa pun dari kewajiban untuk mempertimbangkan nilai-nilai yang ingin kita anut di Israel," papar dia.

Haaretz mencatat, "cara tentara Israel mengerahkan pencari suaka dilarang dipublikasikan" karena pembatasan yang diberlakukan oleh sensor militer Israel.

Baca juga: Calon Pembunuh Trump Terobsesi Bela Ukraina dan Ingin Bunuh Putin
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Maroko Jadi Sorotan...
Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved