Inilah Ryan Routh, Tersangka yang Nyaris Bunuh Donald Trump dengan Tembakan AK-47
Senin, 16 September 2024 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Routh tidak memiliki latar belakang militer formal tetapi menyatakan keinginan kuat untuk berpartisipasi dalam konflik bersenjata di masa lalu, khususnya di Ukraina setelah invasi Rusia tahun 2022.
Dalam satu unggahan di X, Routh menyatakan kesediaannya untuk "bertempur dan mati" di Ukraina. Dia juga menganjurkan warga sipil untuk mengubah arah konflik global.
"Saya bersedia terbang ke Krakow dan pergi ke perbatasan ukraina untuk menjadi sukarelawan dan berjuang dan mati," tulisnya di X saat itu.
Menurut laporan New York Times, pada aplikasi perpesanan Signal, Routh menulis: "Warga sipil harus mengubah perang ini dan mencegah perang di masa mendatang" sebagai bagian dari biodata profilnya.
"Kita masing-masing harus melakukan bagian kita setiap hari dalam langkah-langkah terkecil untuk membantu mendukung hak asasi manusia, kebebasan, dan demokrasi; kita masing-masing harus membantu orang China," tulis biodatanya di WhatsApp.
Aktivitas Routh tidak berhenti pada deklarasi daring. Dalam wawancara tahun 2023 dengan New York Times, dia mengaku telah melakukan perjalanan ke Ukraina untuk mendukung upaya perang dan merekrut tentara Afganistan.
Baca Juga: Kronologi Detik-detik Donald Trump Lolos dari Tembakan AK-47
Dalam satu unggahan di X, Routh menyatakan kesediaannya untuk "bertempur dan mati" di Ukraina. Dia juga menganjurkan warga sipil untuk mengubah arah konflik global.
"Saya bersedia terbang ke Krakow dan pergi ke perbatasan ukraina untuk menjadi sukarelawan dan berjuang dan mati," tulisnya di X saat itu.
Menurut laporan New York Times, pada aplikasi perpesanan Signal, Routh menulis: "Warga sipil harus mengubah perang ini dan mencegah perang di masa mendatang" sebagai bagian dari biodata profilnya.
"Kita masing-masing harus melakukan bagian kita setiap hari dalam langkah-langkah terkecil untuk membantu mendukung hak asasi manusia, kebebasan, dan demokrasi; kita masing-masing harus membantu orang China," tulis biodatanya di WhatsApp.
Aktivitas Routh tidak berhenti pada deklarasi daring. Dalam wawancara tahun 2023 dengan New York Times, dia mengaku telah melakukan perjalanan ke Ukraina untuk mendukung upaya perang dan merekrut tentara Afganistan.
Baca Juga: Kronologi Detik-detik Donald Trump Lolos dari Tembakan AK-47
Lihat Juga :