Corong Putin: Rusia Sudah Memiliki Dasar untuk Memulai Perang Nuklir
Senin, 16 September 2024 - 09:13 WIB
loading...
A
A
A
Ini bukan pertama kalinya Rusia memperingatkan tentang respons nuklir. Mantan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev, sekutu dekat Putin, juga mengeluarkan peringatan respons nuklir baru pada hari Sabtu yang menyatakan bahwa itu akan menjadi keputusan dengan "konsekuensi yang tidak dapat diubah."
"Namun, Rusia telah bersabar. Jelas bahwa respons nuklir adalah keputusan yang sangat rumit dengan konsekuensi yang tidak dapat diubah. Namun, yang gagal diakui oleh orang-orang Anglo-Saxon yang arogan adalah bahwa Anda hanya dapat menguji kesabaran seseorang dalam jangka waktu yang terbatas," kata Medvedev.
"Akhirnya akan terbukti bahwa beberapa analis Barat moderat benar ketika mereka memperingatkan: 'Benar, Rusia tidak mungkin menggunakan respons ini, meskipun… itu masih mungkin. Selain itu, mereka mungkin menggunakan kendaraan pengiriman baru dengan muatan konvensional’. Dan kemudian—itu berakhir. Bercak besar massa abu-abu cair di tempat 'ibu kota Rusia' [nama historis Kyiv] pernah berdiri. Astaga, itu tidak mungkin, tetapi itu terjadi...,” paparnya.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengabaikan keseriusan berbagai pernyataan Medvedev.
"Kami tahu sekarang untuk tidak menganggap Medvedev serius," kata departemenitu melalui seorang juru bicaranya. "Itu omong kosong standar Kremlin."
"Namun, Rusia telah bersabar. Jelas bahwa respons nuklir adalah keputusan yang sangat rumit dengan konsekuensi yang tidak dapat diubah. Namun, yang gagal diakui oleh orang-orang Anglo-Saxon yang arogan adalah bahwa Anda hanya dapat menguji kesabaran seseorang dalam jangka waktu yang terbatas," kata Medvedev.
"Akhirnya akan terbukti bahwa beberapa analis Barat moderat benar ketika mereka memperingatkan: 'Benar, Rusia tidak mungkin menggunakan respons ini, meskipun… itu masih mungkin. Selain itu, mereka mungkin menggunakan kendaraan pengiriman baru dengan muatan konvensional’. Dan kemudian—itu berakhir. Bercak besar massa abu-abu cair di tempat 'ibu kota Rusia' [nama historis Kyiv] pernah berdiri. Astaga, itu tidak mungkin, tetapi itu terjadi...,” paparnya.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengabaikan keseriusan berbagai pernyataan Medvedev.
"Kami tahu sekarang untuk tidak menganggap Medvedev serius," kata departemenitu melalui seorang juru bicaranya. "Itu omong kosong standar Kremlin."
(mas)
Lihat Juga :