86 Perempuan Diperkosa Setiap Hari di India, Negara Dinilai Melakukan Pembiaran

Minggu, 15 September 2024 - 18:40 WIB
loading...
A A A
Audrey D'Mello, Direktur di Majlis, sebuah organisasi nirlaba yang menawarkan bantuan hukum dan konseling untuk perempuan dan anak-anak yang menghadapi kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga, mengatakan kepada CNN bahwa penundaan polisi adalah sesuatu yang selalu mereka dengar. Selama 10-12 tahun terakhir, dari 2.500 kasus pemerkosaan yang ditangani Majlis, D'Mello mengatakan FIR tertunda pada 90% kasus.

Dokter meneriakkan slogan-slogan selama protes pada 19 Agustus, menuntut keadilan setelah pemerkosaan dan pembunuhan seorang dokter magang di rumah sakit yang dikelola pemerintah di Kolkata, India. Adnan Abidi/Reuters

Di luar penundaan ini, ia menggambarkan permusuhan terhadap korban pemerkosaan: "Bagi korban, dibutuhkan banyak keberanian, tekad" untuk pergi ke kantor polisi. Namun begitu sampai di sana, "mereka dipermalukan, dibuat menunggu, diinterogasi berulang kali," sementara polisi memberikan "penilaian moral."

Respons polisi ini, sebagian, dapat dikaitkan dengan kurangnya pelatihan yang memadai. PM Nair, mantan polisi yang bertugas di Biro Investigasi Pusat selama 10 tahun, mengatakan kepada CNN bahwa, menurut pandangannya, hanya 20% polisi yang terlatih dalam menangani kasus kekerasan seksual, dan menyebut ini sebagai kekosongan yang besar.

Nair, yang sekarang menjadi anggota komite eksekutif Yayasan Kepolisian India, menyuarakan komentar D'Mello tentang penundaan prosedural, dengan mengatakan bahwa meskipun penundaan pengajuan laporan informasi pertama juga umum terjadi pada kejahatan lain, hal itu sebagian besar ditemukan dalam kasus yang menangani kejahatan terhadap perempuan dan anak-anak "karena penyelidikannya panjang, dan mereka (para korban) tidak bersuara."

Yogita Bhayana, pendiri People Against Rapes in India mengatakan kepada CNN bahwa dalam interaksi rutin dengan polisi, ia menemukan bahwa "petugas investigasi, yang menjadi andalan kasus ini, tidak dapat menjawab pertanyaan dasar tentang Prosedur Operasional Standar". Prosedur tersebut menguraikan cara memperlakukan korban kejahatan, mengumpulkan bukti, dan menjaga tempat kejadian perkara.

CNN menghubungi Kementerian Dalam Negeri, yang bertanggung jawab atas hukum dan ketertiban, tentang klaim ini tetapi tidak mendapat tanggapan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Exabytes dan Universitas...
Exabytes dan Universitas Ciputra Surabaya Perkuat Kontribusi Dunia Pendidikan
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Berita Terkini
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved