Apa Itu Swing State? Negara Bagian Paling Menentukan pada Pemilu Presiden AS

Senin, 16 September 2024 - 11:25 WIB
loading...
A A A
Masing-masing dari 50 negara bagian diberikan sejumlah suara Electoral College, yang proporsional dengan jumlah populasinya. Seorang kandidat presiden harus mendapatkan 270 elektor untuk menang.

Karena sebagian besar negara bagian secara konsisten memilih satu partai atau yang lain, sejumlah kecil negara bagian yang masih belum jelas dapat menentukan kemenangan atau kekalahan. Oleh karena itu, para kandidat cenderung menginvestasikan banyak sumber daya untuk merayu pemilih di negara bagian tersebut, dibandingkan dengan basis partai.

Apa Itu Swing State? Negara Bagian Paling Menentukan pada Pemilu Presiden AS

1. Kecenderungan Politik yang Ambigu

Apa Itu Swing State? Negara Bagian Paling Menentukan pada Pemilu Presiden AS

Foto/AP

Melansir Al Jazeera, salah satu karakteristik yang menentukan dari negara bagian yang menentukan arah adalah kecenderungan politiknya yang ambigu. Namun, negara bagian yang pernah diperebutkan dapat mulai condong ke satu partai atau yang lain.

Karena alasan ini, negara bagian yang menentukan arah dapat berubah. Florida, misalnya, dianggap sebagai negara bagian yang menentukan arah dari tahun 1990-an hingga 2020, tetapi sekarang dianggap sebagai negara bagian yang dapat diandalkan sebagai negara bagian merah, karena pendaftaran pemilih Republik meningkat.

Tahun ini, negara bagian yang diawasi ketat adalah Arizona, Georgia, Michigan, Pennsylvania, Wisconsin, Nevada, dan Minnesota. Negara bagian baru yang termasuk dalam kelompok negara bagian yang menentukan arah ini adalah North Carolina.

Baca Juga: Rusia Punya Alasan Gunakan Senjata Nuklir, tapi Menahan Diri, Mengapa?

2. Suaranya Hampir Seimbang

Apa Itu Swing State? Negara Bagian Paling Menentukan pada Pemilu Presiden AS

Foto/AP
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Pesawat Pengebom B-52...
Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh hingga Meledak Dahsyat, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved