China Dilaporkan Mampu Lacak Jet Tempur Siluman F-22 dan F-35 AS dengan Starlink

Minggu, 15 September 2024 - 09:19 WIB
loading...
A A A

Cara China Deteksi F-35 dengan Starlink


Laporan dari tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Yi Jianxin dari Sekolah Informasi Elektronik Universitas Wuhan menunjukkan bahwa pesawat siluman, seperti F-22 Raptor AS, menggunakan lapisan penyerap dan bentuk geometris tertentu untuk meminimalkan pantulan gelombang elektromagnetik, yang memungkinkan mereka menipu sistem radar.

Baca Juga: Tetangga Indonesia Ini Bakal Produksi Joint Strike Missile untuk Jet Siluman F-35

Namun, Yi dan timnya menulis dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada tanggal 26 Agustus di Journal of Signal Processing bahwa jika stasiun radar menggunakan sinyal satelit Starlink yang kuat dan hampir universal, kemampuan deteksinya dapat "tidak terpengaruh oleh bentuk tiga dimensi dan material permukaan target."

“Ini akan memberikan keuntungan signifikan dalam mendeteksi target kecil dan siluman," kata tim tersebut.

Selain itu, saat beroperasi, posisi radar militer biasa terlihat oleh musuh, sehingga memungkinkan mereka menjadi target. Namun Yi dan rekan-rekannya menulis dalam jurnal tersebut bahwa, "dengan menggunakan sumber radiasi pihak ketiga, sistem radar dapat memiliki kemampuan penyembunyian dan anti-pengacauan yang ditingkatkan.”

Pusat Pemantauan Radio Negara milik pemerintah China mengawasi eksperimen tersebut, dan temuan tersebut menjalani tinjauan sejawat sebelum dirilis.

Tim ilmuwan China mengatakan bahwa pesawat itu dapat menyebarkan sebagian gelombang elektromagnetik yang disiarkan satelit komunikasi saat terbang di atas wilayah udara antara satelit dan antena darat. Ini pada dasarnya berarti bahwa gelombang ini, yang juga dikenal sebagai “hamburan maju”, dapat menghalangi sinyal komunikasi reguler.

Dengan menganalisis gangguan kecil ini, para ilmuwan dapat menemukan dan memantau target yang diinginkan.

SpaceX dikenal memiliki jaringan satelit terluas di orbit Bumi rendah. Lebih dari 6.000 satelit dalam konstelasi besar yang dibuat oleh SpaceX ini telah menghasilkan sinyal radio frekuensi tinggi untuk memungkinkan kecepatan internet hingga 220 Mbps.

Laporan tersebut menyatakan bahwa ketika para ilmuwan dan insinyur Barat mengembangkan jet siluman AS beberapa tahun lalu, mereka tidak mengantisipasi bahwa jet tempur canggih ini dapat menjadi sasaran gangguan elektromagnetik menggunakan satelit.

SpaceX tidak menawarkan layanan kepada pengguna China, dan komunikasi Starlink dienkripsi. Namun, tim Yi menegaskan bahwa mereka dapat menggunakan komponen elektronik yang mudah diakses dan berbiaya rendah untuk merakit penerima Starlink.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Sampaikan Belasungkawa,...
Sampaikan Belasungkawa, Menlu RI Tekankan Peran Sheikh Hamad bagi Persahabatan Indonesia-Qatar
Trump Tuduh China Intervensi...
Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved