Tetangga Indonesia Ini Bakal Produksi Joint Strike Missile untuk Jet Siluman F-35
Kamis, 22 Agustus 2024 - 12:51 WIB
loading...
Australia, negara tetangga Indonesia, akan memproduksi Joint Strike Missile untuk jet tempur siluman F-35. Foto/FMA via Army Recogniton
A
A
A
SYDNEY - Australia, negara tetangga Indonesia, pada Kamis (22/8/2024) meluncurkan kesepakatan senilai USD570 juta untuk memproduksi rudal canggih di dalam negeri.
Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan militernya di tengah perlombaan senjata regional.
Menteri Industri Pertahanan Pat Conroy mengumumkan kesepakatan untuk mengembangkan Joint Strike Missiles (JSM) yang diluncurkan dari laut dan udara di sebuah pabrik di utara Sydney.
Pabrik tersebut akan mulai dibangun akhir tahun ini, memproduksi Naval Strike Missiles (NSM) dan JSM yang dapat dipasang pada jet tempur siluman F-35A.
“Ini tentang investasi dalam industri manufaktur canggih dan berteknologi tinggi serta pengembangan basis industri pertahanan berdaulat kita,” kata Conroy.
Baca Juga: Hadapi China, AS Kerahkan Jet Tempur Siluman F-35C dan Kapal Induk ke Jepang
Seorang pejabat pertahanan mengatakan kepada AFP bahwa pabrik tersebut akan mulai berproduksi pada tahun 2027 dan akan mampu memproduksi 100 rudal per tahun.
Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan militernya di tengah perlombaan senjata regional.
Menteri Industri Pertahanan Pat Conroy mengumumkan kesepakatan untuk mengembangkan Joint Strike Missiles (JSM) yang diluncurkan dari laut dan udara di sebuah pabrik di utara Sydney.
Pabrik tersebut akan mulai dibangun akhir tahun ini, memproduksi Naval Strike Missiles (NSM) dan JSM yang dapat dipasang pada jet tempur siluman F-35A.
“Ini tentang investasi dalam industri manufaktur canggih dan berteknologi tinggi serta pengembangan basis industri pertahanan berdaulat kita,” kata Conroy.
Baca Juga: Hadapi China, AS Kerahkan Jet Tempur Siluman F-35C dan Kapal Induk ke Jepang
Seorang pejabat pertahanan mengatakan kepada AFP bahwa pabrik tersebut akan mulai berproduksi pada tahun 2027 dan akan mampu memproduksi 100 rudal per tahun.
Lihat Juga :