China Dilaporkan Mampu Lacak Jet Tempur Siluman F-22 dan F-35 AS dengan Starlink

Minggu, 15 September 2024 - 09:19 WIB
loading...
A A A
Karena antena dipasang pada alas yang dapat dipindahkan, antena tersebut dapat melacak satelit di langit.

Pemeriksaan yang lebih cermat terhadap mekanisme fisik yang mendasarinya membuat Yi dan rekan-rekannya menulis ulang model deteksi radar hamburan maju dan membuat algoritma baru. Chip berkinerja tinggi tersebut memproses sinyal yang diterimanya, tetapi identitasnya masih belum diketahui.

Namun, ada kendala. Para peneliti mengamati bahwa pesawat nirawak yang digunakan dalam eksperimen tersebut beroperasi pada ketinggian yang relatif rendah, dan antena radarnya berukuran kecil, kira-kira setara dengan ukuran penggorengan standar. Oleh karena itu, teknologi yang disajikan dalam makalah tersebut tidak dapat digunakan secara langsung untuk keperluan militer pada tahap ini.

Yi dan rekan-rekannya menegaskan bahwa mereka telah mengidentifikasi sinyal yang terkait dengan karakteristik rumit, termasuk gerakan rotor pesawat nirawak. Pencapaian ini memvalidasi "kelayakan dan efektivitas" pendekatan dan arsitektur sistem mereka untuk digunakan dalam pesawat tempur siluman dan teknologi anti-pesawat nirawak.

Tekad China untuk Deteksi Pesawat Tempur Siluman


China telah berupaya mendeteksi pesawat siluman musuh, dan klaim tentang kemampuan itu telah muncul selama bertahun-tahun.

Misalnya, laporan dari tahun lalu menunjukkan bahwa para insinyur China telah membangun sistem pencarian dan pelacakan inframerah kecil yang dapat mendeteksi tanda panas pesawat bergerak berkecepatan tinggi pada jarak yang luar biasa jauh.

Seperti yang dicatat oleh EurAsian Times, sistem pencarian dan pelacakan inframerah (IRST) memainkan peran penting dalam mengidentifikasi pesawat siluman.

Pada tahun 2020, China mengklaim telah mengembangkan radar anti-siluman gelombang meter yang dapat mendeteksi siluman tingkat lanjut. "Radar gelombang meter dapat digunakan pada kendaraan, di darat, dan kapal perang, menciptakan jaringan padat yang membuat pesawat siluman musuh tidak memiliki tempat untuk bersembunyi," kata pakar militer China saat itu.

Laporan South China Morning Post (SCMP) menyatakan bahwa China telah meningkatkan kemampuan penyangkalan regionalnya dengan menggunakan berbagai teknik untuk mengidentifikasi pesawat siluman. Ini termasuk memasang radar over-the-horizon di sepanjang pantai yang memancarkan sinyal deteksi gelombang panjang yang tidak dapat dideteksi oleh lapisan siluman dan menggunakan konstelasi satelit observasi Bumi yang besar untuk mengidentifikasi dan melacak pesawat tempur siluman AS yang sedang terbang.

Tidak satu pun dari klaim ini dapat diverifikasi secara independen. Faktanya, para pakar dan kritikus militer yang berbicara dengan EurAsian Times sering mengungkapkan kecurigaan mereka tentang klaim China yang terlalu ambisius dan teoritis. Meskipun demikian, penggunaan Starlink terhadap Amerika Serikat tampaknya lebih menarik daripada semua klaim yang mendahuluinya.

Beijing yakin bahwa jika terjadi konflik di Indo-Pasifik, militer AS mungkin menggunakan jaringan satelit Starlink untuk memata-matai China. Kekhawatiran ini semakin meningkat setelah Ukraina mulai menggunakan satelit ini setelah invasi Rusia pada tahun 2022.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Kebakaran Panti Asuhan...
Kebakaran Panti Asuhan Tewaskan Setidaknya 11 Orang, Termasuk Anak-Anak
Mencekam! Langit Kanada...
Mencekam! Langit Kanada Berubah Jadi Oranye akibat Kebakaran Hutan Dahsyat
Rekomendasi
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
UB Gandeng CNGR-Kementerian...
UB Gandeng CNGR-Kementerian ESDM, Perkuat Hilirisasi Industri dan Siapkan SDM Unggul
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved