Gedung Putih Kirim Hampir 1.000 Garda Nasional & 200 Petugas Federal ke Kenosha

Kamis, 27 Agustus 2020 - 11:31 WIB
loading...
A A A
Surat Gedung Putih kemudian mengklarifikasi bahwa 200 pejabat federal dan hampir 1.000 Garda Nasional dari negara bagian lain akan bergabung dengan mereka, segera setelah Departemen Kehakiman mengkonfirmasi bahwa agen federal akan ditarik dari FBI, ATF, dan US Marshal. (Baca: Buntut Kerusuhan di Kenosha, Wisconsin Nyatakan Keadaan Darurat )

Beberapa jam setelah pernyataan Evers mengumumkan kehadiran Garda Nasional yang diperluas, Presiden Donald Trump mengatakan dia telah berbicara dengan gubernur, mencatat bahwa dia telah setuju untuk menerima bantuan federal, meskipun tidak menawarkan rincian tentang penempatannya pada saat itu. Tidak jelas apakah inisiatif federal didorong oleh permintaan Dewan Wilayah Kenosha pada hari sebelumnya, yang telah memohon kepada Evers untuk mengirim total 1.500 Garda Nasional.

Kerusuhan pecah di Kenosha pada hari Minggu, berawal dari aksi protes atas penembakan polisi terhadap pria Afro-Amerika Jacob Blake dan berubah menjadi kerusuhan, penjarahan dan pembakaran selama tiga malam. Sementara kehancuran tidak meluas pada Selasa dibandingkan malam sebelumnya, perselisihan antara pengunjuk rasa dan mereka yang berusaha melindungi properti berakhir dengan tembakan, menyebabkan dua orang tewas. Tersangka berusia 17 tahun dalam penembakan itu telah ditahan dan didakwa dengan pembunuhan. (Baca: Polisi AS Tembak Pria Kulit Hitam 7 Kali, Kerusuhan Pecah di Kenosha )

Para pengunjuk rasa telah turun ke jalan di Kenosha untuk malam keempat, menentang jam malam yang berlaku mulai pukul 19.00 hingga hari Minggu. Malam-malam sebelumnya aksi kerusuhan meningkat di malam hari dan ke pagi berikutnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Berita Terkini
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved