Gedung Putih Kirim Hampir 1.000 Garda Nasional & 200 Petugas Federal ke Kenosha

Kamis, 27 Agustus 2020 - 11:31 WIB
loading...
Gedung Putih Kirim Hampir...
Polisi anti huru hara berjaga selama aksi protes menyusul penembakan polisi terhadap Jacob Blake di Kenosha, Wisconsin. Foto/Russia Today
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengerahkan hampir 1.000 pasukan Garda Nasional dan lebih dari 200 agen federal ke Kenosha. Mereka akan membantu polisi setempat untuk meredam kerusuhan selama berhari-hari yang dipicu oleh penembakan pria Afro-Amerika oleh polisi kulit putih.

"Presiden Trump mengutuk kekerasan dalam segala bentuk dan percaya kita harus melindungi semua orang Amerika dari kekacauan dan pelanggaran hukum," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Kayleigh McEnany dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam waktu setempat.

"Inilah mengapa dia mendorong gubernur Demokrat untuk meminta Garda Nasional dan penegak hukum federal untuk meningkatkan upaya penegakan hukum lokal mereka," imbuhnya.

"Kami telah membantu Wisconsin dalam pengerahan hampir 1.000 Garda Nasional dan lebih dari 200 personel penegakan hukum federal, yang akan mencakup FBI dan US Marshals," ujarnya seperti dilansir dari Russia Today, Kamis (27/8/2020).

Sebelumnya Gubernur Wisconsin Tony Evers mengatakan akan memperluas penempatan Garda Nasional di Kenosha dari 250 menjadi 500 tentara. Namun ia tidak menyebutkan soal pasukan federal.

Surat Gedung Putih kemudian mengklarifikasi bahwa 200 pejabat federal dan hampir 1.000 Garda Nasional dari negara bagian lain akan bergabung dengan mereka, segera setelah Departemen Kehakiman mengkonfirmasi bahwa agen federal akan ditarik dari FBI, ATF, dan US Marshal. (Baca: Buntut Kerusuhan di Kenosha, Wisconsin Nyatakan Keadaan Darurat )

Beberapa jam setelah pernyataan Evers mengumumkan kehadiran Garda Nasional yang diperluas, Presiden Donald Trump mengatakan dia telah berbicara dengan gubernur, mencatat bahwa dia telah setuju untuk menerima bantuan federal, meskipun tidak menawarkan rincian tentang penempatannya pada saat itu. Tidak jelas apakah inisiatif federal didorong oleh permintaan Dewan Wilayah Kenosha pada hari sebelumnya, yang telah memohon kepada Evers untuk mengirim total 1.500 Garda Nasional.

Kerusuhan pecah di Kenosha pada hari Minggu, berawal dari aksi protes atas penembakan polisi terhadap pria Afro-Amerika Jacob Blake dan berubah menjadi kerusuhan, penjarahan dan pembakaran selama tiga malam. Sementara kehancuran tidak meluas pada Selasa dibandingkan malam sebelumnya, perselisihan antara pengunjuk rasa dan mereka yang berusaha melindungi properti berakhir dengan tembakan, menyebabkan dua orang tewas. Tersangka berusia 17 tahun dalam penembakan itu telah ditahan dan didakwa dengan pembunuhan. (Baca: Polisi AS Tembak Pria Kulit Hitam 7 Kali, Kerusuhan Pecah di Kenosha )

Para pengunjuk rasa telah turun ke jalan di Kenosha untuk malam keempat, menentang jam malam yang berlaku mulai pukul 19.00 hingga hari Minggu. Malam-malam sebelumnya aksi kerusuhan meningkat di malam hari dan ke pagi berikutnya.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
Deteksi Dini Kanker...
Deteksi Dini Kanker Serviks, DWP BNPP RI Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
Portugal vs Spanyol...
Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ronaldo-Yamal Siapa Lebih Moncer?
Berita Terkini
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Infografis
2 Negara NATO akan Kirim...
2 Negara NATO akan Kirim Jet Tempur dan Kapal Perang ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved