AS Kerap Lancarkan Perang Berdasarkan Rumor, Ini 3 Alasannya

Sabtu, 14 September 2024 - 20:36 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Pelari Uganda Dibakar Pacarnya setelah Berkencan, Ternyata Itu Bukan Kasus Pertama

2. Menyakini Informasi yang Berisi Kebohongan

"Cara mereka mengatakan sesuatu, mereka pikir orang-orang masih belum menyadari bahwa semua yang mereka lakukan didasarkan pada kebohongan," tambahnya.

Analis tersebut mengatakan bahwa sanksi yang menargetkan RT merupakan langkah yang "dapat diprediksi" dari pihak Washington, yang sering menggunakan "taktik bodoh dan intimidasi" untuk membungkam mereka yang tidak mengikuti iramanya.

3. Memosisikan Rusai sebagai Musuh

"Ketika mereka melakukan sesuatu dan Anda menanggapinya – bagi mereka itu adalah bentuk agresi, ketika mereka mengatakan sesuatu dan Anda menentangnya, Anda [dituduh] melakukan [fitnah] memengaruhi," katanya, mengklaim bahwa kebijakan ini khususnya terlihat jelas dalam kasus Rusia. "Sepertinya orang-orang ini diprogram bahwa apa pun yang datang dari Rusia harus mereka aniaya."

Mhlanga juga marah atas tuduhan bahwa Moskow memengaruhi orang-orang di Afrika melalui RT. Dalam pernyataan persnya pada hari Jumat, Blinken mengklaim bahwa outlet berita tersebut menjalankan platform daring di wilayah tersebut yang "memberikan suara kepada para propagandis Kremlin."

Mhlanga mengecam tuduhan ini karena datang dari "penguasa kolonial" yang percaya bahwa "Afrika masih berada di tahun 1800-an" dan bahwa "orang Afrika tidak dapat berpikir sendiri." “Mereka tidak berhenti menjarah Afrika dan terlibat dalam urusan Afrika – jadi ketika seseorang datang untuk menyampaikan kisah nyata guna membantu Afrika dan memperlakukan orang Afrika sebagai mitra – penguasa kolonial tidak akan pernah menyukainya,” kata Mhlanga.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Menakjubkan! Detik-Detik...
Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami
Rekomendasi
ITPLN Buka Peluang Ikatan...
ITPLN Buka Peluang Ikatan Kerja Bagi Mahasiswa Lewat Kolaborasi dengan APITU
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Ditanya Gugatan Hak...
Ditanya Gugatan Hak Asuh Anak Usai Umrah, Ruben Onsu: Biar Pengacara yang Bicara
Berita Terkini
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved