AS Kerap Lancarkan Perang Berdasarkan Rumor, Ini 3 Alasannya

Sabtu, 14 September 2024 - 20:36 WIB
loading...
AS Kerap Lancarkan Perang...
AS kerap melancarkan perang berdasarkan rumor. Foto/AP
A A A
MOSKOW - Joe Mhlanga, editor dan pendiri jaringan ‘Behind the News’ Afrika Selatan, mengungkapkan apa pun dan semua hal yang pemerintah Amerika sampaikan adalah rumor yang tidak berdasar.

Dia juga mengatakan, AS akan berperang berdasarkan rumor. Dia juga menyebutkan kebijakan AS juga didasarkan pada rumor.

"Putaran terakhir sanksi AS terhadap RT adalah upaya putus asa untuk membungkam opini yang menyimpang dari narasi Washington, kata Mhlanga, editor dan pendiri jaringan ‘Behind the News’ Afrika Selatan, dilansir RT.

Mhlanga berbicara kepada RT, sehari setelah AS memberlakukan sanksi baru terhadap outlet berita tersebut. Menurut Departemen Luar Negeri AS, RT telah mendanai “media proksi” yang terlibat dalam “aktivitas pengaruh terselubung” di tempat-tempat termasuk Afrika, Jerman, Prancis, dan Argentina. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bahkan mengklaim RT “berfungsi seperti lengan de facto dari aparat intelijen Rusia.”

AS Kerap Lancarkan Perang Berdasarkan Rumor, Ini 3 Alasannya

1. Menuding Tanpa Bukti Kredibel

Menurut Mhlanga, semakin "sulit" untuk mendengarkan "pernyataan bodoh" yang dilontarkan oleh pejabat AS, karena mereka tidak pernah mendukungnya dengan bukti yang kredibel.

"Ada rasa putus asa di sini... Orang-orang ini suka berbicara tanpa bukti, Anda melihat rekam jejak mereka – mereka akan mengatakan ada senjata pemusnah massal yang menewaskan tiga juta orang tanpa bukti. Jadi, di mana bukti operasi rahasia RT?" Mhlanga berpendapat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Dipicu Kudeta 2021,...
Dipicu Kudeta 2021, Perang Saudara Myanmar Renggut Lebih dari 100 Ribu Jiwa
Iran Ekspor 40 Juta...
Iran Ekspor 40 Juta Barel Minyak Sejak Teken MoU dengan AS, Harga Dinaikkan 20%
Rekomendasi
Kapan KJP Juli 2026...
Kapan KJP Juli 2026 Cair? Simak Prediksi Jadwal Pencairan dan Nominal Bantuan
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
Berita Terkini
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved