Kronologi Kemerdekaan Malaysia dari Inggris
Senin, 09 September 2024 - 20:40 WIB
loading...
A
A
A
Munculnya Tunku Abdul Rahman memberi hikmah bagi perjuangan kaum nasionalis Malaya ketika tindakannya membentuk Partai Aliansi mulai membuka mata Inggris untuk mengizinkan orang Melayu memerintah negara mereka sendiri.
![Kronologi Kemerdekaan Malaysia dari Inggris]()
Foto/AP
Persatuan antara tiga suku bangsa besar yaitu Melayu, China dan India berujung pada Perjanjian London yang ditandatangani pada tanggal 8 Februari 1956 dan telah memberikan tanda-tanda bahwa Malaya akan memperoleh kemerdekaan pada tanggal 31 Agustus 1957.
Sekembalinya Tunku Abdul Rahman Al-haj dari London, Tunku telah membuat deklarasi kemerdekaan Malaya di Padang Bandar Hilir, Melaka pada tanggal 20 Februari 1956. Pada tanggal 27 Mei 1961, Tunku Abdul Rahman Putra Alhaj telah mengusulkan penggabungan lima daerah jajahan yaitu Malaya, Singapura, Sabah, Serawak dan Brunei untuk membentuk sebuah negara baru.
![Kronologi Kemerdekaan Malaysia dari Inggris]()
Foto/AP
Pada tanggal 9 Juli 1963, wakil-wakil pemerintah Inggris, kecuali Brunei, Malaya, Sabah, Serawak dan Singapura menyebabkan masalah Malaya, kecuali Brunei tidak dapat dihindari. Keinginan untuk membentuk sebuah negara yang bernama Malaysia tercapai pada tanggal 16 September 1963.
6. Perjanjian London

Foto/AP
Persatuan antara tiga suku bangsa besar yaitu Melayu, China dan India berujung pada Perjanjian London yang ditandatangani pada tanggal 8 Februari 1956 dan telah memberikan tanda-tanda bahwa Malaya akan memperoleh kemerdekaan pada tanggal 31 Agustus 1957.
Sekembalinya Tunku Abdul Rahman Al-haj dari London, Tunku telah membuat deklarasi kemerdekaan Malaya di Padang Bandar Hilir, Melaka pada tanggal 20 Februari 1956. Pada tanggal 27 Mei 1961, Tunku Abdul Rahman Putra Alhaj telah mengusulkan penggabungan lima daerah jajahan yaitu Malaya, Singapura, Sabah, Serawak dan Brunei untuk membentuk sebuah negara baru.
7. Bersatu Mendirikan Malaysia

Foto/AP
Pada tanggal 9 Juli 1963, wakil-wakil pemerintah Inggris, kecuali Brunei, Malaya, Sabah, Serawak dan Singapura menyebabkan masalah Malaya, kecuali Brunei tidak dapat dihindari. Keinginan untuk membentuk sebuah negara yang bernama Malaysia tercapai pada tanggal 16 September 1963.
(ahm)
Lihat Juga :