Banyak Keluarga China Pilihkan Sekolahkan Anaknya di Luar Negeri, Berikut 4 Pemicunya

Kamis, 05 September 2024 - 16:30 WIB
loading...
A A A
Istilah-istilah tersebut mencerminkan seperti apa kesuksesan di China modern, mulai dari jam-jam belajar yang dibutuhkan siswa untuk berhasil dalam ujian hingga uang yang dihabiskan orang tua untuk menyewa tutor agar anak-anak mereka mendapat nilai lebih di sekolah.

Kekuatan pendorong di balik semua itu adalah angka. Di negara berpenduduk 1,4 miliar orang, kesuksesan dipandang sebagai kelulusan dari perguruan tinggi yang bagus. Dengan jumlah kursi yang terbatas, peringkat kelas dan nilai ujian menjadi hal penting, terutama pada ujian masuk perguruan tinggi yang dikenal sebagai "gaokao."

"Jika Anda memiliki sesuatu, itu berarti orang lain tidak dapat memilikinya," kata Du dari Vision Education, yang putrinya sendiri bersekolah di Chiang Mai.

"Kami memiliki pepatah tentang gaokao: 'Satu poin akan menjatuhkan 10.000 orang.' Persaingannya sangat ketat." Wang mengatakan putranya William dipuji oleh guru kelas duanya di Wuhan sebagai anak yang berbakat, tetapi untuk menonjol di kelas yang berisi 50 anak dan terus mendapatkan perhatian seperti itu berarti harus memberikan uang dan hadiah kepada guru tersebut, yang sudah dilakukan oleh orang tua lain bahkan sebelum ia menyadari kebutuhannya.

Baca Juga: Kim Jong-un Dilaporkan Mengeksekusi 30 Pejabat Korut karena Tak Becus Urus Banjir

3. Menghindari Anak dari Ekstrakurikuler

Di Wuhan, orang tua diharapkan mengetahui materi yang dibahas dalam kelas bimbingan ekstrakurikuler, serta apa yang diajarkan di sekolah, dan memastikan anak mereka telah menguasai semuanya, kata Wang. Itu sering kali menjadi pekerjaan penuh waktu.

Di Chiang Mai, terbebas dari penekanan China pada hafalan dan jam-jam pekerjaan rumah, siswa punya waktu untuk mengembangkan hobi.

Jiang Wenhui pindah dari Shanghai ke Chiang Mai musim panas lalu. Di China, katanya, ia telah menerima bahwa putranya, Rodney, akan mendapatkan nilai rata-rata karena gangguan pemusatan perhatian yang ringan. Tetapi ia tidak dapat menahan diri untuk berpikir dua kali tentang keputusannya untuk pindah mengingat betapa kompetitifnya setiap keluarga lainnya.

"Di lingkungan seperti itu, Anda akan tetap merasa cemas," katanya. "Haruskah saya mencobanya lagi?"
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Fasilitas Baru Arab...
Fasilitas Baru Arab Saudi, Umrah Berkali-kali dalam Setahun Cukup Ajukan Visa 1 Kali
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved