Aktivis Greta Thunberg Ditangkap karena Demo Bela Palestina

Kamis, 05 September 2024 - 08:00 WIB
loading...
Aktivis Greta Thunberg...
Aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg, ditangkap dan ditahan polisi saat demo pro-Palestina di Ibu Kota Denmark, Copenhagen. Foto/Steven Knap/Ritzau Scanpix via AP
A A A
COPENHAGEN - Aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg, ditangkap dan ditahan polisi saat demo pro-Palestina di Ibu Kota Denmark, Copenhagen, pada Rabu.

Thunberg (21), yang sudah memiliki riwayat diseret polisi dalam berbagai demonstrasi di beberapa negara, menjadi bagian dari kelompok yang menduduki gedung administrasi University of Copenhagen.

Para pengunjuk rasa dari kelompok "Students Against the Occupation [Mahasiswa Melawan Pendudukan]" menyerukan boikot akademis terhadap universitas-universitas Israel.

Baca Juga: Hamas Keluarkan Perintah Baru untuk Penjaga Sandera Jika Tentara Israel Mendekat

Dalam sebuah pernyataan di Instagram sebelum aksi protes, kelompok tersebut mengatakan: "Sementara situasi di Palestina semakin memburuk, University of Copenhagen terus bekerja sama dengan lembaga-lembaga akademis di Israel."

Sebanyak enam orang ditahan selama aksi unjuk rasa dari total sekitar 20 demonstran, kata seorang juru bicara polisi kepada AFP, Kamis (5/9/2024).

Polisi menolak untuk mengidentifikasi mereka yang ditangkap, tetapi seorang juru bicara kelompok mahasiswa mengatakan Greta Thunberg termasuk di antara mereka.

Sebelum penangkapannya, aktivis Swedia itu melaporkan aksi protes tersebut di Instagram—terakhir mengatakan: "Polisi telah memasuki gedung dengan kasar dengan senapan serbu."

Beberapa pengguna web mem-posting gambar dan video di X yang diklaim menunjukkan penangkapan Thunberg.

Itu menampilkan Thunberg mengenakan keffiyeh hitam-putih, kain khas Palestina, saat dibawa ke mobil polisi dengan apa yang tampak seperti borgol.

Laporan lain dari media Denmark, Ekstra Bladet, menyebutkan Thunberg telah dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi tetapi kemudian dibebaskan. Dia dilaporkan telah didakwa melakukan pelanggaran bersama lima mahasiswa lainnya.

Protes pro-Palestina telah berkobar di seluruh kampus di seluruh dunia sejak musim semi lalu. Para pengunjuk rasa sebagian besar menyerukan diakhirinya semua transaksi bisnis dengan Israel dan pemboikotan semua perusahaan yang mendukung upaya perangnya di Gaza.

Insiden hari Rabu bukanlah pertama kalinya Thunberg, yang biasanya beraksi dalam dalam perlindungan iklim, menunjukkan kepedulian dalam perang Gaza.

Pada bulan Oktober tahun lalu, tidak lama setelah dimulainya perang Hamas-Israel, dia mengirim pesan dukungan untuk Palestina.

Aksi Thunberg dikecam rezim Zionis Israel, di mana juru bicara militer Israel Arye Sharuz Shalicar menyebut Thunberg sebagai "pendukung teroris."

Dalam sebuah opini yang diterbitkan pada bulan Desember, Thunberg menuduh Israel melakukan kejahatan perang dan genosida.

Kemudian, di sebuah pesta kitsch di Malmo, Swedia pada bulan Mei, dia menegaskan kembali pendiriannya, dengan mengatakan bahwa protes pro-Palestina harus dilakukan di mana-mana.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
AS Tak Akan Usik Program...
AS Tak Akan Usik Program Rudal Balistik Iran dalam Perundingan
Rekomendasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved