Inggris Setop Sekitar 30 Lisensi Ekspor Senjata ke Israel, 350 Lisensi Masih Berlaku
Selasa, 03 September 2024 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
“Penangguhan tersebut tidak akan mengubah dukungan teguh Inggris terhadap keamanan Israel, dan keputusan tersebut akan terus ditinjau,” bunyi pernyataan tersebut, yang menunjukkan sisa dari 350 lisensi ekspor Inggris ke Israel tetap tidak terpengaruh.
Pemerintah Partai Buruh Inggris meluncurkan peninjauan atas lisensi-lisensi ini tak lama setelah berkuasa pada bulan Juli, dengan Menteri Luar Negeri David Lammy melakukan perjalanan ke Israel dua kali dalam beberapa bulan sejak itu untuk mengangkat masalah tersebut dengan rekan-rekannya di Tel Aviv.
Pemerintah Inggris sejak itu menyimpulkan ada “kekhawatiran serius tentang aspek kepatuhan Israel” terhadap hukum humaniter internasional, dan “risiko yang jelas bahwa barang-barang yang diekspor ke Israel berdasarkan 30 lisensi ini dapat digunakan dalam pelanggaran serius” terhadap hukum tersebut.
Pernyataan Kantor Luar Negeri Inggris tidak menuduh Israel melakukan pelanggaran hukum humaniter tertentu.
Namun, pasukan kolonial Israel (IDF) telah berulang kali dituduh tidak peduli terhadap korban sipil dan secara eksplisit menargetkan warga sipil di Gaza.
Pada Mei, laporan Departemen Luar Negeri AS menemukan "wajar untuk menilai" bahwa pasukan Israel menggunakan senjata buatan Amerika dengan cara yang "tidak konsisten dengan kewajibannya...untuk mengurangi kerugian warga sipil."
Pemerintah Partai Buruh Inggris meluncurkan peninjauan atas lisensi-lisensi ini tak lama setelah berkuasa pada bulan Juli, dengan Menteri Luar Negeri David Lammy melakukan perjalanan ke Israel dua kali dalam beberapa bulan sejak itu untuk mengangkat masalah tersebut dengan rekan-rekannya di Tel Aviv.
Pemerintah Inggris sejak itu menyimpulkan ada “kekhawatiran serius tentang aspek kepatuhan Israel” terhadap hukum humaniter internasional, dan “risiko yang jelas bahwa barang-barang yang diekspor ke Israel berdasarkan 30 lisensi ini dapat digunakan dalam pelanggaran serius” terhadap hukum tersebut.
Pernyataan Kantor Luar Negeri Inggris tidak menuduh Israel melakukan pelanggaran hukum humaniter tertentu.
Namun, pasukan kolonial Israel (IDF) telah berulang kali dituduh tidak peduli terhadap korban sipil dan secara eksplisit menargetkan warga sipil di Gaza.
Pada Mei, laporan Departemen Luar Negeri AS menemukan "wajar untuk menilai" bahwa pasukan Israel menggunakan senjata buatan Amerika dengan cara yang "tidak konsisten dengan kewajibannya...untuk mengurangi kerugian warga sipil."
Lihat Juga :