Terungkap, di Sini Lokasi Rudal Nuklir 9M370 Burevestnik Rusia yang Tak Terkalahkan

Selasa, 03 September 2024 - 10:11 WIB
loading...
A A A
"Citra tersebut menunjukkan sesuatu yang sangat unik, sangat berbeda. Dan jelas, kita tahu bahwa Rusia sedang mengembangkan rudal bertenaga nuklir ini," katanya.

Baca Juga: Zelensky Menghina Putin: Pria Tua Sakit yang Terus Mengancam dengan Senjata Nuklir

Hans Kristensen dari Federasi Ilmuwan Amerika, yang juga mempelajari citra Vologda atas permintaan Eveleth, mengatakan bahwa citra tersebut tampaknya memperlihatkan landasan peluncuran dan fitur lain yang mungkin terkait dengan Burevestnik. Namun, dia mengatakan tidak dapat membuat penilaian pasti karena Moskow biasanya tidak menempatkan peluncur rudal di samping tempat penyimpanan hulu ledak nuklir.

Eveleth, Lewis, Kristensen, dan tiga pakar lainnya mengatakan praktik normal Moskow adalah menimbun muatan nuklir untuk rudal berbasis darat yang jauh dari lokasi peluncuran—kecuali untuk rudal yang ditempatkan di pasukan Rudal Balistik Antarbenua (ICBM).

Namun, menempatkan Burevestnik di Vologda akan memungkinkan militer Rusia untuk menimbun rudal bersenjata nuklir di bunkernya, sehingga rudal tersebut dapat diluncurkan dengan cepat, kata Lewis dan Eveleth.

Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov mengatakan Rusia akan membuat perubahan pada doktrinnya tentang penggunaan senjata nuklir sebagai tanggapan atas apa yang dianggapnya sebagai eskalasi Barat dalam perang di Ukraina, tulis kantor berita TASS dalam laporannya pada hari Minggu.

Uji Coba Rudal 9M370 Burevestnik Mengerikan


Laporan tahun 2020 oleh Pusat Intelijen Udara dan Antariksa Nasional Angkatan Udara Amerika Serikat mengatakan bahwa jika Rusia berhasil membawa Burevestnik ke dalam layanan tempur, itu akan memberi Moskow "senjata unik dengan kemampuan jangkauan antarbenua".

Namun, sejarah senjata yang bermasalah dan keterbatasan desain menimbulkan keraguan di antara delapan ahli yang diwawancarai oleh Reuters tentang apakah penyebarannya akan mengubah taruhan nuklir bagi Barat dan musuh Rusia lainnya.

Burevestnik memiliki catatan uji yang buruk dari sedikitnya 13 uji yang diketahui, dengan hanya dua keberhasilan parsial, sejak 2016, menurut Nuclear Threat Initiative (NTI), sebuah kelompok advokasi yang berfokus pada pengurangan risiko nuklir, biologi, dan teknologi yang muncul.

Kemunduran tersebut termasuk ledakan pada tahun 2019 selama pemulihan reaktor nuklir yang tidak terlindung yang dibiarkan membara di dasar Laut Putih selama satu tahun setelah sebuah prototipe jatuh, menurut laporan Departemen Luar Negeri AS.

Badan nuklir negara Rusia; Rosatom, mengatakan lima anggota staf tewas selama pengujian rudal tersebut pada 8 Agustus.

Putin memberikan penghargaan negara tertinggi kepada janda mereka, dengan mengatakan senjata yang mereka kembangkan tidak ada bandingannya di dunia, tanpa menyebut Burevestnik.

Pavel Podvig, pakar kekuatan nuklir Rusia yang berbasis di Jenewa, Lewis, Eveleth, dan pakar lainnya mengatakan bahwa misil itu tidak akan menambah kemampuan yang tidak dimiliki kekuatan nuklir Moskow, termasuk kemampuan untuk mengalahkan pertahanan rudal AS.

Selain itu, mesin bertenaga nuklirnya mengancam akan melepaskan radiasi di sepanjang jalur penerbangannya dan penyebarannya berisiko menimbulkan kecelakaan yang dapat mencemari wilayah sekitarnya, kata Cheryl Rofer, mantan ilmuwan senjata nuklir AS dan pakar lainnya.

"Skyfall adalah sistem senjata yang sangat bodoh, seperti Chernobyl yang terbang dan menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi Rusia daripada bagi negara lain," kata Thomas Countryman, mantan pejabat tinggi Departemen Luar Negeri AS yang aktif di Arms Control Association, merujuk pada bencana pembangkit listrik tenaga nuklir tahun 1986.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved