Eks Presiden Korsel Tersangka Suap Gara-gara Carikan Menantu Pekerjaan

Senin, 02 September 2024 - 13:20 WIB
loading...
Eks Presiden Korsel...
Mantan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in jadi tersangka kasus penyuapan gara-gara carikan menantunya pekerjaan selama dirinya menjabat presiden. Foto/Korea Times
A A A
SEOUL - Mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in ditetapkan sebagai tersangka kasus penyuapan.

Moon diduga telah membantu menantu laki-lakinya mendapatkan pekerjaan sebagai eksekutif penerbangan lokal. Menurut laporan media lokal, posisi itu diberikan sebagai imbalan atas bantuan yang diberikan Moon—selama menjabat presiden—kepada pendiri perusahaan penerbangan tersebut.

Jaksa sedang mengintensifkan penyelidikan mereka terhadap tuduhan penyuapan yang melibatkan Moon Jae-in.

Sebagai bagian dari penyelidikan yang diintensifkan, jaksa menggerebek kediaman putri tunggal Moon, Moon Da-hye, untuk menilai sejauh mana dukungan finansial yang mungkin diberikan mantan presiden dan istrinya kepada keluarga putri mereka selama masa kepresidenannya.

Baca Juga: Langka, Kim Jong-un Beterima Kasih kepada Presiden Korea Selatan

Penggerebekan itu terjadi pada Jumat pekan lalu, dan surat perintah tersebut dilaporkan menyebut mantan Moon sebagai tersangka dalam penyelidikan penyuapan.

Moon Da-hye dan suaminya yang bermarga Seo telah berpisah. Dengan demikian status Seo sekarang adalah mantan menantu Moon Jae-in.

Ini menandai pertama kalinya Moon Da-hye terlibat langsung dalam penyelidikan yang sedang berlangsung, yang berpusat pada mantan suaminya, yang telah diangkat sebagai eksekutif Thai Eastar Jet pada tahun 2018 selama masa kepresidenan Moon.

Seo, yang bercerai dengan Moon Da-hye pada tahun 2021, telah diperiksa sebagai saksi tiga kali awal tahun ini.

Penyelidikan difokuskan pada kecurigaan bahwa pengangkatan Seo di maskapai berbiaya rendah, yang didirikan oleh mantan anggota Parlemen Lee Sang-jik, adalah sebagai imbalan atas bantuan yang diberikan kepada Lee.

Seo dipekerjakan tak lama setelah Lee menjadi kepala Badan UKM dan Startup Korea pada bulan Maret 2018, selama masa kepresidenan Moon.

Mengingat kurangnya pengalaman Seo dalam industri penerbangan, perekrutannya menimbulkan skeptisisme yang cukup besar pada saat itu.

Kantor Kejaksaan Distrik Jeonju, yang menangani kasus tersebut, telah mempercepat penyelidikan dalam beberapa minggu terakhir, memanggil mantan ajudan Moon untuk diinterogasi.

Pada hari Sabtu, Cho Kuk, yang menjabat sebagai sekretaris presiden senior untuk urusan sipil di bawah Moon dan saat ini memimpin partai oposisi kecil Rebuilding Korea Party, diinterogasi selama tiga jam.

Cho membantah tuduhan tersebut, dengan mengeklaim bahwa dia tidak mengenal Lee atau Seo.

Selasa lalu, jaksa memanggil Im Jong-seok, mantan kepala staf Moon, untuk menanyakan tentang potensi keterlibatannya dalam pengangkatan Seo. Im juga membantah tuduhan tersebut.

Partai oposisi utama Demokratik Korea (DPK) mengkritik penyelidikan yang ekstensif, termasuk penggerebekan di rumah putri Moon, dengan menyebutnya sebagai "dendam politik" yang ditujukan kepada pemerintahan sebelumnya.

"Akan menjadi kesalahan besar bagi pemerintahan Yoon Suk Yeol untuk percaya bahwa mempermalukan mantan presiden dan menggunakan investigasi untuk balas dendam politik akan mengalihkan perhatian publik dari kegagalan kebijakannya," kata juru bicara DPK, Hwang Jeong-ah dalam sebuah pengarahan di Majelis Nasional pada hari Minggu, seperti dikutip Korea Times, Senin (2/9/2024).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Ini 4 Keunggulan Senjata...
Ini 4 Keunggulan Senjata Laser Cheongwang Buatan Korea Selatan
GIC: Ziarah Kapolri...
GIC: Ziarah Kapolri Bentuk Penghormatan Tulus terhadap Tokoh Bangsa Tanpa Kecuali
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
Berita Terkini
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved