4 Alasan Panglima Militer Ukraina Dikenal sebagai Tukang Jagal, Salah Satunya Memiliki Tangan Besi

Kamis, 29 Agustus 2024 - 13:50 WIB
loading...
A A A
Zaluzhny telah menjadi bagian dari operasi militer Ukraina sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Dijuluki "Jenderal Besi", ia sangat dihormati dalam masyarakat Ukraina.

Karena kemajuan Ukraina dalam perang telah terhenti, pimpinan militer AS telah mengkritik taktik Ukraina, dengan beberapa orang mengindikasikan bahwa Ukraina terlalu menghindari risiko dan telah gagal memanfaatkan pendekatan yang rumit, menurut Financial Times. Pejabat Ukraina dan pakar lainnya telah menolak karakterisasi tersebut.

4. Ingin Membalikkan Keadaan

4 Alasan Panglima Militer Ukraina Dikenal sebagai Tukang Jagal, Salah Satunya Memiliki Tangan Besi

Foto/AP

Misalnya, Michael Kofman, direktur Program Studi Rusia di CNA, dan Rob Lee, peneliti senior di Program Eurasia di Foreign Policy Research Institute, berpendapat dalam sebuah laporan untuk War on the Rocks bahwa meskipun bantuan taktis yang tidak memadai — terutama kekuatan udara — merupakan bagian dari masalah Ukraina, pemahaman Barat yang tidak memadai tentang medan perang juga tidak membantu.

Ukraina berharap untuk membalikkan keadaan perang dalam serangan Juni yang banyak digembar-gemborkan. Sebaliknya, medan perang kembali ke keadaan yang melelahkan, dengan Ukraina "berfokus pada pemulihan dan bertahan untuk melawan serangan Rusia yang terus berlanjut" di tengah berkurangnya cadangan Barat, menurut Kofman, Lee, dan Dara Massicot, peneliti senior di Program Rusia dan Eurasia di Carnegie Endowment for International Peace.

Pada bulan Desember, Rusia dan Ukraina saling serang dengan pesawat nirawak, dengan Rusia menargetkan infrastruktur penting dan sipil serta fasilitas industri pertahanan Ukraina dalam upaya untuk melemahkan kemampuan Ukraina untuk mempersenjatai dirinya sendiri. Ukraina telah mencoba untuk memperluas basis industri pertahanannya di tengah dukungan yang goyah dari komunitas internasional, dan terutama pendukung militer utamanya, AS.

Kemunduran tersebut membuat Ukraina hanya memiliki sedikit pilihan dalam pertempuran eksistensial di mana Rusia menolak untuk mundur.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat, Usman Hamid: Ruang Kelas Harus Bebas dari Intervensi Militer
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Serangan Pembalasan...
Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas
Rekomendasi
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
3 Alasan Ukraina Kini...
3 Alasan Ukraina Kini Layak Disebut Sebagai Penjara Terbuka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved