Ketua Parlemen Rusia Tuding AS Dalang Penangkapan Pendiri Telegram Durov
Selasa, 27 Agustus 2024 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Namun, AS belum mampu memaksa Telegram yang berkantor pusat di Dubai dan pemiliknya yang kelahiran Rusia untuk memasok data ke Departemen Luar Negeri atau CIA, menurut Volodin.
Pandangan serupa sebelumnya disuarakan mantan sekretaris pers Durov, Georgy Loboushkin, yang mengatakan kepada RT pada Minggu bahwa serangan terhadap pengusaha itu "kemungkinan besar" berasal dari AS, yang "telah lama memburu Pavel Durov."
Durov, yang ditangkap pada Sabtu malam saat tiba di Paris, mengatakan kepada jurnalis Amerika Tucker Carlson pada April bahwa dia telah menerima "terlalu banyak perhatian" dari FBI dan lembaga penegak hukum Amerika lainnya saat berada di tanah AS.
Dia juga mengklaim lembaga-lembaga AS telah mencoba merekrut karyawan Telegram dan meyakinkan mereka untuk membuat 'pintu belakang' ke dalam messenger tersebut.
"Bagi Washington, menggunakan jejaring sosial untuk pengawasan, penyensoran dan penundukan total mereka, termasuk dengan pemerasan dengan kedok memerangi berbagai ancaman, adalah cara-cara tradisional untuk menjalankan pengaruh politik dan eksternal," ungkap Volodin.
Pandangan serupa sebelumnya disuarakan mantan sekretaris pers Durov, Georgy Loboushkin, yang mengatakan kepada RT pada Minggu bahwa serangan terhadap pengusaha itu "kemungkinan besar" berasal dari AS, yang "telah lama memburu Pavel Durov."
Durov, yang ditangkap pada Sabtu malam saat tiba di Paris, mengatakan kepada jurnalis Amerika Tucker Carlson pada April bahwa dia telah menerima "terlalu banyak perhatian" dari FBI dan lembaga penegak hukum Amerika lainnya saat berada di tanah AS.
Dia juga mengklaim lembaga-lembaga AS telah mencoba merekrut karyawan Telegram dan meyakinkan mereka untuk membuat 'pintu belakang' ke dalam messenger tersebut.
"Bagi Washington, menggunakan jejaring sosial untuk pengawasan, penyensoran dan penundukan total mereka, termasuk dengan pemerasan dengan kedok memerangi berbagai ancaman, adalah cara-cara tradisional untuk menjalankan pengaruh politik dan eksternal," ungkap Volodin.
Lihat Juga :