Terungkap, AS Ingin Pecah-pecah Rusia tapi Dilawan Vladimir Putin
Minggu, 25 Agustus 2024 - 09:28 WIB
loading...
A
A
A
"Sekarang kita tahu bahwa perjanjian Minsk tidak pernah dimaksudkan untuk dilaksanakan berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh [mantan kanselir Jerman Angela] Merkel dan [mantan presiden Prancis François] Hollande," kata Rasmussen.
"Kita juga tahu hingga 50.000 tentara Ukraina dilatih oleh NATO selama periode delapan tahun itu," imbuh dia. "Jadi ini adalah hal yang direncanakan."
Lebih lanjut, Rasmussen mengatakan sanksi anti-Rusia, yang dimaksudkan untuk menghentikan kerja sama energi Moskow dengan Eropa Barat, dan sabotase Nord Stream tidak dirumuskan dalam semalam.
“Tujuan akhirnya adalah untuk memicu perubahan rezim di Moskow dan kemudian membagi-bagi Rusia," paparnya.
"Saya pikir Putin melihat itu," kata Rasmussen, seraya menambahkan bahwa Barat sama sekali meremehkan Rusia.
"Mereka tidak memahami orang-orang Rusia dan budaya Rusia serta bagaimana Rusia akan bereaksi terhadap situasi tersebut. Saya pikir mereka mengira Putin akan mundur begitu saja."
Rasmussen mengutuk arogansi kebijakan luar negeri AS. "Mereka merasa bahwa mereka berada dalam posisi yang sama seperti 30 tahun lalu. Dan dunia telah berubah."
Pemerintah Biden belum berkomentar atas komentar-komentar tersebut.
"Kita juga tahu hingga 50.000 tentara Ukraina dilatih oleh NATO selama periode delapan tahun itu," imbuh dia. "Jadi ini adalah hal yang direncanakan."
Lebih lanjut, Rasmussen mengatakan sanksi anti-Rusia, yang dimaksudkan untuk menghentikan kerja sama energi Moskow dengan Eropa Barat, dan sabotase Nord Stream tidak dirumuskan dalam semalam.
“Tujuan akhirnya adalah untuk memicu perubahan rezim di Moskow dan kemudian membagi-bagi Rusia," paparnya.
"Saya pikir Putin melihat itu," kata Rasmussen, seraya menambahkan bahwa Barat sama sekali meremehkan Rusia.
"Mereka tidak memahami orang-orang Rusia dan budaya Rusia serta bagaimana Rusia akan bereaksi terhadap situasi tersebut. Saya pikir mereka mengira Putin akan mundur begitu saja."
Rasmussen mengutuk arogansi kebijakan luar negeri AS. "Mereka merasa bahwa mereka berada dalam posisi yang sama seperti 30 tahun lalu. Dan dunia telah berubah."
Pemerintah Biden belum berkomentar atas komentar-komentar tersebut.
(mas)
Lihat Juga :