Abbas Minta Kuartet Timur Tengah Mediasi Pembicaraan Damai dengan Israel
Rabu, 26 Agustus 2020 - 07:56 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft memuji rencana perdamaian Trump dan kesepakatan UEA-Israel, sembari menyalahkan kaum kelompok Syiah revolusioner Iran, gerakan Islam Sunni Palestina yang berbasis di Gaza, Hamas, dan negara-negara lain yang tidak disebutkan namanya karena memicu kerusuhan di wilayah tersebut.
"Begitu banyak kemajuan dalam mendefinisikan parameter penyelesaian telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir, karena negosiator Israel dan Palestina berkompromi satu sama lain dalam mengejar perdamaian," kata Craft.
"Kedua belah pihak harus melanjutkan dengan semangat niat baik, yang telah kami hasilkan perdamaian bagi jutaan orang di Timur Tengah. Negara-negara Arab yang berdamai dengan Israel tidak mengurangi kebutuhan akan perdamaian dengan Palestina. Amerika ingin melihat perdamaian di antara bangsa itu. Israel dan rakyat Palestina," sambungnya.(Baca: Kesepakatan UEA-Israel Dikhawatirkan Pecah Posisi Arab Soal Palestina )
Namun, di lapangan, pejuang yang berbasis di Gaza menembakkan roket dan melepaskan balon berisi bom, sementara Israel melakukan serangan melalui udara dan darat. Di tengah kekerasan ini, angkatan bersenjata Israel mengirimkan peringatan penguncian baru bagi penduduk di utara setelah laporan tentang potensi infiltrasi dari perbatasan utara dengan Lebanon, tempat gerakan Hizbullah yang didukung Iran beroperasi.
"Begitu banyak kemajuan dalam mendefinisikan parameter penyelesaian telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir, karena negosiator Israel dan Palestina berkompromi satu sama lain dalam mengejar perdamaian," kata Craft.
"Kedua belah pihak harus melanjutkan dengan semangat niat baik, yang telah kami hasilkan perdamaian bagi jutaan orang di Timur Tengah. Negara-negara Arab yang berdamai dengan Israel tidak mengurangi kebutuhan akan perdamaian dengan Palestina. Amerika ingin melihat perdamaian di antara bangsa itu. Israel dan rakyat Palestina," sambungnya.(Baca: Kesepakatan UEA-Israel Dikhawatirkan Pecah Posisi Arab Soal Palestina )
Namun, di lapangan, pejuang yang berbasis di Gaza menembakkan roket dan melepaskan balon berisi bom, sementara Israel melakukan serangan melalui udara dan darat. Di tengah kekerasan ini, angkatan bersenjata Israel mengirimkan peringatan penguncian baru bagi penduduk di utara setelah laporan tentang potensi infiltrasi dari perbatasan utara dengan Lebanon, tempat gerakan Hizbullah yang didukung Iran beroperasi.
(ber)
Lihat Juga :