Siapa yang Menang Jika AS-China Perang Nuklir? Ini Analisanya

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 08:15 WIB
loading...
A A A
Namun, senjata nuklir berdaya ledak rendah saat ini—20 kiloton daya ledak, kira-kira seukuran bom yang dijatuhkan di Hiroshima—dapat diluncurkan dengan presisi ekstrem dan kerusakan kolateral yang lebih sedikit.

“Garis antara senjata nuklir taktis berdaya ledak rendah dan senjata konvensional berpemandu presisi dalam hal efek operasional dan dampak yang dirasakan semakin kabur,” kata CNAS, dalam laporan analisanya, seperti dikutip dari The Economist, Jumat (23/8/2024).

Faktor ketiga adalah dampak perang yang panjang. Setelah berminggu-minggu berkonflik, kedua belah pihak akan kehabisan senjata konvensional.

Senjata nuklir teater akan menjadi lebih menarik. “Berdasarkan per senjata”, catat para analis, “senjata nuklir lebih efisien dalam menghancurkan target di area yang luas.”

Kekuatannya yang luar biasa berarti bahwa senjata itu juga akan terus berfungsi bahkan jika perang selama berminggu-minggu telah menurunkan sistem komando, kontrol, dan intelijen yang diandalkan oleh amunisi konvensional.

Hasil dari semua ini, dalam permainan perang, adalah perang nuklir yang aneh: China diberi insentif untuk menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu, meskipun secara formal telah berjanji untuk tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu, tetapi setelah melakukannya, dan bertentangan dengan harapan tentang bagaimana perang AS-Soviet akan terjadi di Eropa, keadaan tidak serta-merta berubah menjadi pertukaran senjata nuklir strategis yang apokaliptik.

Dalam dunia ahli strategi nuklir, itulah yang dianggap sebagai kabar baik.

Latihan tersebut menunjukkan bahwa China memiliki lebih banyak alasan untuk bersorak.

Para pakar dan pejabat yang berperan sebagai China memiliki berbagai macam target militer—Asia penuh dengan fasilitas dan aset Angkatan Laut Amerika (meskipun hanya ada sedikit bukti bahwa China memiliki senjata nuklir berdaya ledak rendah saat ini).

Sebaliknya, tim Amerika berjuang dengan fakta bahwa banyak target yang paling menarik untuk pembalasan berada di daratan China.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
Berita Terkini
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Akankah Pemimpin Tertinggi...
Akankah Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Hadiri Pemakaman Ayahnya?
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved