FBI Tuding Iran Meretas Kampanye Trump
Rabu, 21 Agustus 2024 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
"Seperti yang telah kami umumkan sebelumnya, Republik Islam Iran tidak memiliki niat maupun motif untuk mencampuri pemilihan presiden AS. Jika pemerintah AS benar-benar yakin akan validitas klaimnya, mereka harus memberi kami bukti yang relevan, jika ada, yang akan kami tanggapi sebagaimana mestinya," tegas pernyataan Iran.
Namun, komunitas intelijen AS mengatakan Iran melihat pemilihan umum 5 November sebagai hal yang penting bagi kepentingannya.
Beberapa analis berspekulasi Iran mungkin lebih suka Wakil Presiden AS Kamal Harris memenangkan pemilihan umum.
Mantan Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan meningkatkan penegakan sanksi terhadap Republik Islam tersebut.
Trump juga menyetujui pembunuhan Jenderal Korps Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani pada tahun 2020.
Awal tahun ini, Iran memilih seorang presiden reformis, Masoud Pezeshkian. Kemenangannya dibaca sebagai tanda oleh beberapa analis bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, dan anggota Garda Revolusi yang elit mungkin ingin tetap membuka jendela ke Barat.
Upaya tersebut mungkin menjadi rumit karena perang Israel di Gaza dan ketegangan yang membara antara AS dan Israel dengan "poros perlawanan" Iran.
Namun, komunitas intelijen AS mengatakan Iran melihat pemilihan umum 5 November sebagai hal yang penting bagi kepentingannya.
Bersiap untuk Pembalasan
Beberapa analis berspekulasi Iran mungkin lebih suka Wakil Presiden AS Kamal Harris memenangkan pemilihan umum.
Mantan Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan meningkatkan penegakan sanksi terhadap Republik Islam tersebut.
Trump juga menyetujui pembunuhan Jenderal Korps Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani pada tahun 2020.
Awal tahun ini, Iran memilih seorang presiden reformis, Masoud Pezeshkian. Kemenangannya dibaca sebagai tanda oleh beberapa analis bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, dan anggota Garda Revolusi yang elit mungkin ingin tetap membuka jendela ke Barat.
Upaya tersebut mungkin menjadi rumit karena perang Israel di Gaza dan ketegangan yang membara antara AS dan Israel dengan "poros perlawanan" Iran.
Lihat Juga :